-->
Cari Berita

Breaking News

BGN Dituding Mainkan Pola "Gimik": 4 Dapur MBG di Lamtim Memang Sudah Lama Tidak Aktif

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Rabu, 29 Juli 2026


INILAMPUNGCOM --- Pernyataan Kasubbag TU Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung-Bengkulu, Fitra Alfarisi, jika ada 4 dapur MBG alias SPPG di Lampung Timur yang ditutup permanen oleh Badan Gizi Nasional (BGN), menuai tertawaan.

Mengapa begitu? "Karena dapur MBG yang dibilang saat ini ditutup permanen memang sudah lama tidak aktif. BGN ini 'gimik' aja, biar terkesan kepemimpinan baru bertindak tegas," kata sumber inilampung.com, Selasa malam, 28 Juli 2026.

Menurut sumber yang dikenal sebagai pengelola beberapa dapur MBG di Lampung Timur ini, ke-4 dapur MBG yang kini disuntik mati oleh BGN merupakan dapur lama. Istilahnya 'dapur bintang'. Ada yang hanya aktif satu minggu. 

"Dan memang sudah lama disuspend, sekarang diangkat lagi sama BGN, biar kelihatan kepemimpinan baru ada kerja," lanjut dia melalui telepon.

Sumber yang dikenal sebagai "Pemain Dapur" ini menambahkan,  pemilik ke-4 dapur MBG itu merupakan orang Bandarlampung dan Jakarta. 

Ia mempersilakan KPPG Lampung-Bengkulu untuk mengecek langsung kondisi 4 SPPG yang kini dinyatakan ditutup permanen alias disuntik mati tersebut ke lapangan. Sehingga didapati fakta yang sesungguhnya. 

Seperti diketahui, Kasubbag TU KPPG Lampung-Bengkulu, Fitra Alfarisi, menyatakan dari 833 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup permanen operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN), 4 diantaranya berasal dari Provinsi Lampung.

"Keempat dapur MBG yang ditutup permanen oleh BGN itu semuanya berasal dari Lampung Timur," kata Fitra Alfarisi seperti dikutip dari RMollampung.id, Selasa petang, 28 Juli 2026.

Dapur MBG di mana saja di Lampung Timur yang disuntik mati oleh BGN? Fitra menjelaskan, berikut datanya:

1. SPPG Braja Selebah, Braja Yekti.
2. SPPG Gunung Pelindung, Way Mili.
3. SPPG Bandar Sribhawono, Sribhawono 3.
4. SPPG Bumi Agung, Mulyo Asri.

Sementara, untuk yang tengah dalam posisi dihentikan sementara operasionalnya atau suspend, Fitra menjelaskan untuk saat ini di Provinsi Lampung jumlahnya mencapai 11 SPPG.

Mengenai tindaklanjut dari penutupan permanen 4 dapur MBG di wilayah Lampung Timur itu, Fitra mengaku pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

Sebelumnya dikabarkan, langkah tegas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menutup permanen atau suntik mati terhadap 833 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias SPPG, sampai Selasa siang, 28 Juli 2026, belum diketahui jumlahnya oleh Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul.

"Kami sudah koordinasi dengan Regional BGN, tapi mereka juga belum menerima keputusan tentang pemberhentian permanen dapur MBG tersebut," ucap Saipul.

Ditegaskan, sampai saat ini yang ada di dalam petunjuk teknis (juknis) adalah pemberhentian sementara, belum ada ketentuan mengenai pemberhentian permanen sebagaimana disampaikan Kepala BGN.

Saipul menambahkan, saat ini ada 2 dapur SPPG yang dihentikan operasionalnya sementara, yaitu di Tanggamus dan Pesawaran. Keduanya terkait dugaan MBG yang dibagikan menjadi penyebab keracunan.

Yaitu terhadap belasan siswa SMPN I Talang Padang, Tanggamus, dan 32 siswa SDN 22 Tegineneng, Pesawaran, pada pekan lalu.

Menurut Saipul, saat ini sampel makanan yang diduga penyebab keracunan tengah dalam uji laboratorium kesehatan. Untuk memastikannya diperlukan waktu setidaknya selama sebulan.

Pada Senin siang, 27 Juli 2026, Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan pihaknya telah menutup permanen 833 dapur MBG. Terdiri dari: 98 dapur di wilayah I Sumatera, 311 dapur di wilayah II Jawa dan Madura, dan wilayah III sebanyak 424 dapur.

Dikatakan bahwa dapur MBG yang ditutup permanen tersebut tidak akan dibayar oleh pemerintah.

“Dapur yang disuspend secara permanen ini bukan kayak yang lalu, misalnya dulu kan disuspend tapi tetap dibayar. Kalau ini sudah suspend, ya tutup, nggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran,” terang Sudaryono. (zal/inilampung)

LIPSUS