-->
Cari Berita

Breaking News

BPBD Lampung Ngaku Sudah Siap: Hadapi Ancaman Bencana Kemarau Ekstrem

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Selasa, 14 Juli 2026

El Nino Godzilla (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Masyarakat Provinsi Lampung tidak perlu galau menghadapi ancaman kemarau ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino dengan intensitas tinggi atau yang kerap disebut El Nino Godzilla.


Karena Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengaku sudah menyiapkan berbagai langkah upaya menghadapi ancaman bencana tersebut. Salah satunya dengan mengalokasikan kegiatan penyediaan bantuan sarana dan prasarana untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.


Kesiapan itu disampaikan Bagian Humas Kantor BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat melalui sambungan telepon, sebagaimana rilis yang dikirimkan kepada inilampung.com Selasa petang, 14 Juli 2026.


Wahyu Hidayat menjelaskan, persiapan BPBD Provinsi Lampung tersebut dilakukan melalui penyediaan bantuan fasilitas air bersih yang nantinya akan disalurkan ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.


Diuraikan, pelaksanaan kegiatan dibagi ke beberapa wilayah yang berpotensi mengalami kesulitan akses air bersih di Provinsi Lampung dengan melibatkan pihak penyedia, sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.


"Langkah antisipasi ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan yang diperkirakan terjadi selama musim kemarau tahun ini" tutur Wahyu.


Perkuat Program Destagana


Selain mempersiapkan distribusi bantuan air bersih, BPBD Provinsi Lampung juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi serta komunitas kebencanaan untuk memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat melalui Program Destagana (Desa Tangguh Bencana). 


Diketahui, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam mengenali potensi ancaman bencana, memperkuat kesiapsiagaan, serta membangun kemandirian desa dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk ancaman kekeringan ekstrem akibat El Nino.


"Melalui kolaborasi tersebut, BPBD berharap edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat pedesaan dapat berjalan lebih efektif. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan air bersih saat terjadi krisis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dan pengelolaan sumber daya air secara mandiri" terang Wahyu.


Ditegaskan, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh kegiatan penanggulangan kekeringan, khususnya penyediaan sarana dan fasilitas air bersih, berjalan sesuai ketentuan serta dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang terdampak di berbagai wilayah Provinsi Lampung. (zal/inilampung)

LIPSUS