INILAMPUNGCOM ---Kesungguhan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengangkat taraf kehidupan petani melalui program Desaku Maju, bukan sekadar "omon-omon".
Terbukti Selasa siang, 7 Juli 2026, ia turun langsung ke acara bimbingan teknis kegiatan pupuk hayati cair (PHC) yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, di Balai Pelatihan Kesehatan Jln. Soekarno Hatta No: 7, Rajabasa, Bandarlampung.
Diketahui, dalam waktu beberapa pekan belakangan, Dinas KPTPH Lampung secara maraton melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) kepada petani terkait pembuatan pupuk hayati cair (PHC). Tidak kurang dari 1200 petani dari seluruh kabupaten di Lampung yang telah mengikuti bimtek.
Gubernur Mirza dalam setiap kali melakukan kunjungan kerja ke daerah, selalu menyempatkan berdialog dengan petani mengenai kemanfaatan pupuk organik cair (POC) maupun pupuk hayati cair (PHC). Keberadaan dua jenis pupuk tersebut guna mendukung program unggulan Pemprov Lampung dalam meningkatkan hasil panen petani.
Menurut Agenda Harian Gubernur Lampung, kedatangan Gubernur Mirza di acara bimtek PHC siang nanti di Bapelkes Rajabasa didampingi Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kadis KPTPH Elvira Umihanni, Kadis PMDes & Transmigrasi Slamet Riadi, Kadis Perkebunan Destri, Kadis Kelautan & Perikanan Bani Ispriyanto, Kadis Peternakan & Kesehatan Hewan Lili Mawarti, dan undangan yang telah ditentukan.
Sebelumnya, Kamis, 25 Juni 2026, Dinas KPTPH memberikan bimbingan teknis (bimtek) bagi 160 orang petani dari Kabupaten Pringsewu, Tanggamus, dan Pesawaran terkait Pupuk Hayati Cair (PHC) di Aula UPTD Bapelkes Hajimena, Lampung Selatan.
Menurut Kepala Dinas KPTPH Lampung, Elvira Umihanni, program PHC merupakan salah satu bentuk perhatian Gubernur Mirza terhadap kesejahteraan petani. Program tersebut lahir dari pemahaman gubernur terhadap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari tingginya biaya produksi hingga menurunnya kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.
“Pak Gubernur sangat memahami kondisi petani karena beliau juga berasal dari organisasi petani. Karena itu, pemerintah hadir melalui program Desaku Maju dengan memberikan bantuan pupuk hayati cair yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh petani,” ujar Elvira.
Dijelaskan, Pemprov Lampung telah menyalurkan bantuan unit produksi PHC pada tahun 2025 lalu kepada 500 desa. Dan di 2026 ini sebanyak 800 desa. Ada sekitar 2.000 total desa di Lampung yang nantinya mendapat bantuan PHC.
Elvira menambahkan, bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kesehatan tanah secara berkelanjutan.
Menurut dia, hasil penggunaan PHC di sejumlah daerah menunjukkan dampak positif. Saat mendampingi Gubernur Mirza melakukan kunjungan ke Desa Pangkalan Mas, Kabupaten Mesuji, Rabu 24 Juni 2026, Elvira mendengar langsung pernyataan petani setempat yang mengaku merasakan peningkatan hasil panen cukup signifikan setelah menggunakan PHC.
“Berdasarkan pengakuan petani, produktivitas panen meningkat antara 15 hingga 30 persen. Selain meningkatkan hasil panen, PHC juga membantu menjaga kelembapan tanah, sehingga tanaman lebih tahan menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau,” jelas Elvira yang juga Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Unila.
Diuraikan, PHC juga memiliki keunggulan karena dapat diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman, tidak hanya padi. Kehadiran pupuk hayati ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus menjaga kesuburan lahan pertanian dalam jangka panjang.
Elvira menambahkan, Lampung saat ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan menempati peringkat keenam sebagai daerah penghasil padi terbesar di Indonesia. Bahkan produksi beras Lampung telah mengalami surplus dan turut memasok kebutuhan pangan ke berbagai provinsi.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan desa-desa yang lebih maju melalui sektor pertanian,” tuturnya. (zal/inilampung)

