INILAMPUNGCOM --- Perilaku Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meninggalkan Gedung DPRD sebelum rapat paripurna mendapat protes dan kritik dari Ketua DPD Partai Golkar Lampung Selatan, Agus Susanto.
"Kami menyesalkan sikap reaktif, tidak jeli dan tanpa melakukan pengecekan terlebih dulu yang dipertontonkan Bupati Egi. Seharusnya bisa lebih elegan, apalagi Wabup dan Sekda juga sudah ada di ruang transit DPRD," kata Agus Susanto, Kamis 9 Juli 2026, melalui telepon.
Sebagaimana diketahui, pada hari Rabu, 8 Juli 2026, diagendakan Rapat Paripurna DPRD Lampung Selatan menerima LKPJ Bupati Lampung Selatan Tahun 2025 pada pukul 13.00 WIB.
Tepat pukul 13.00 WIB, Wabup M. Syaiful Anwar datang dan masuk ke ruang transit di lantai 2 Gedung DPRD Lampung Selatan.
Pun Sekda Supriyanto dan puluhan kepala OPD sudah datang, masuk ke ruang rapat paripurna. Duduk anteng di kursi undangan.
Saat itu, kursi anggota DPRD di ruang rapat paripurna memang belum terisi penuh. Banyak wakil rakyat yang masih di luar ruangan.
Namun menurut penelusuran inilampung.com, jumlah anggota DPRD yang berada di Gedung Dewan telah memenuhi syarat kuorumnya rapat paripurna. Kebetulan pula, bersamaan jadwalnya Ketua DPRD Erma Yusneli menerima audiensi dari BPJS Lampung Selatan.
Pada pukul 14.00 WIB, Bupati Radityo Egi Pratama, datang. Ia langsung masuk ke ruang paripurna. Melihat kondisi ruangan masih banyak kursi anggota Dewan yang kosong, spontan ia balik kanan. Bergegas menuju kendaraan dinasnya dan meninggalkan Gedung Dewan.
Perilaku reaktif Bupati Egi sempat membuat pejabat setempat terkaget. Wabup M. Syaiful Anwar, Sekda Supriyanto, dan Sekwan Achmad Herry sempat bergegas lari menuju arah Bupati Egi yang mendadak balik kanan. Namun, sesampai mereka di pintu Gedung Dewan, kendaraan sang Bupati sudah meluncur pergi.
Atas persoalan ini, terus terang Ketua DPD Partai Golkar Lampung Selatan, Agus Susanto, menyesalkan sikap Bupati Egi.
"Seharusnya bupati tidak bersikap demikian. Cek dululah. Jangan reaktif begitu," kata Agus yang kini merupakan anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung.
Dijelaskan Agus Susanto, usai dibatalkannya paripurna DPRD karena Bupati Egi mendadak meninggalkan Gedung Dewan, ia memanggil beberapa anggota Fraksi Partai Golkar.
"Saya sudah panggil beberapa anggota Fraksi Golkar yang hadir di sidang paripurna. Pak Benny Raharjo -Wakil Ketua DPRD- juga sudah menjelaskan kronologisnya. Memang saat itu banyak kawan-kawan anggota Dewan belum duduk di kursinya, tapi mereka ada di Gedung Dewan. Dan menurut absensi, sudah memenuhi kuorum untuk paripurna," kata Agus Susanto yang pernah 3 periode duduk di DPRD Lampung Selatan.
Lalu apa penilaian politisi senior ini atas aksi reaktif Bupati Egi? "Bupati Egi aja yang belum terbiasa dengan kerja paripurna DPRD. Akibat sikap reaktifnya tanpa mengecek kondisi terlebih dahulu, rapat paripurna jadi batal," ucapnya.
Sementara seorang anggota DPRD Lampung Selatan menjelaskan, rapat paripurna yang batal hari Rabu kemarin, akan dilanjutkan pada Kamis siang ini. (zal/inilampung)

