![]() |
| Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo, menuai promosi atas prestasi kerjanya selama 455 hari ini.
Danang Suryo yang dilantik menjadi Kajati Lampung pada 23 April 2025 segera menjalankan tugas barunya di Kejaksaan Agung RI sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel), menyusul keluarnya Keputusan Jaksa Agung ST Burhanuddin Nomor: 831 Tahun 2026 tanggal 22 Juli 2026.
Banyak prestasi yang diukir Danang Suryo Wibowo di Lampung. Salah satunya yang spektakuler adalah keberaniannya menjebloskan mantan Gubernur Lampung periode 2019-204 Arinal Djunaidi ke bui sebagai tersangka skandal penyimpangan pengelolaan dana Participating Interest (PI) 10% PHE-OSES melalui PT Lampung Energi Berjaya (LEB) senilai Rp271,5 miliar.
Malam itu, 28 April 2026, Kajati Danang Suryo Wibowo menandatangani surat nomor: Tap-04/L.8/Fd.2/04/2026 isinya menetapkan Arinal Djunaidi sebagai tersangka kasus dugaan tipikor pengelolaan dana PI 10% pada PT LEB. Tak hanya itu. Danang pun langsung menandatangani surat penahanan terhadap Arinal, bernomor: Print-04/L.8/Fd.2/04/2026.
Sejak saat itu, mantan Gubernur Arinal pun menjalani hari-harinya sebagai tahanan. Sepekan di Rutan Kelas I Bandarlampung, ia dipindahkan ke Lapas Kelas I Bandarlampung di Rajabasa, sampai saat ini.
Sayangnya, Danang Suryo Wibowo tidak bisa lagi mengikuti proses persidangan terhadap Arinal. Karena ia segera pindah tugas ke Kejaksaan Agung RI di Jakarta.
Bukan hanya Kajati Danang yang menuai promosi jabatan. Wakajati Lampung, Teuku Rachmatsyah, juga naik posisi, menjadi Kajati Aceh.
Posisi Kajati yang ditinggalkan Danang akan diisi Taufan Zakaria yang juga naik dari jabatan Wakajati Jawa Barat. Sedangkan posisi Wakajati yang dilepaskan Teuku Rachmatsyah akan ditempati Tjakra Suyana Ekaputra, Wakajati Maluku Utara.
Prestasi lain era kepemimpinan Danang Suryo Wibowo sebagai Kajati Lampung adalah mengurai kasus tipikor proyek SPAM Pesawaran tahun 2022 hingga melilit mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, dengan tiga perkara; tindak pidana korupsi, gratifikasi, hingga TPPU. (zal/inilampung)

.jpg)