-->
Cari Berita

Breaking News

Kata BGN Ditutup Permanen: Dapur MBG di Lamtim Malah Direnovasi, Mana yang Benar ?

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Kamis, 30 Juli 2026

ilustrasi

INILAMPUNGCOM --- Kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menutup 833 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), yang empat diantaranya berada di Kabupaten Lampung Timur, memunculkan fakta lain.

Menurut penelusuran inilampung.com, Rabu kemarin, 29 Juli 2026, dua dari empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menurut Kasubbag TU Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung-Bengkulu, Fitra Alfarisi, telah ditutup permanen sesuai keputusan Kepala BGN, ternyata saat ini justru tengah bersiap dilakukan renovasi guna operasionalisasi program MBG.

SPPG Braja Selebah

Kedua SPPG yang tengah bersiap renovasi itu adalah SPPG Bandar Sribhawono, Sribhawaono 3, yang dikelola Yayasan Cita Cerita Insani, dan SPPG Desa Braja Yekti, Braja Selebah. 

Menurut beberapa warga setempat, saat ini pihak pengelola SPPG -yang diketahui berasal dari Jakarta- tengah menyiapkan renovasi bangunan dapur MBG sesuai standar BGN.

"SPPG itu kan awal sekali lahirnya. Masih jaman pakai modal sendiri dulu. Sempat operasi seminggu masuk bulan Ramadhan sampai menjelang Lebaran. Habis itu tutup. Minggu kemarin, Bos-nya dateng dan minta disiapin tukang untuk segera merenovasi bangunan," kata Slamet, warga sekitar lokasi SPPG Bandar Sribhawono.

Hal serupa juga terjadi pada SPPG di Desa Braja Yekti, Kecamatan Braja Selebah. Dan kedua SPPG itu diketahui belum memiliki SLHS maupun ahli gizi. Bahkan sudah lama tidak beroperasi.

Diberitakan sebelumnya, Kasubbag TU KPPG Lampung-Bengkulu, Fitra Alfarisi, menyatakan, dari 833 dapur MBG yang ditutup permanen oleh BGN, empat diantaranya berada di Kabupaten Lampung Timur.

Namun, sebuah sumber, menyatakan, keempat SPPG tersebut memang sudah lama tidak aktif.

"Dapur MBG yang dibilang saat ini ditutup permanen itu memang sudah lama tidak aktif. BGN ini 'gimik' aja, biar terkesan kepemimpinan baru bertindak tegas," kata sumber inilampung.com, Selasa malam, 28 Juli 2026.

Menurut sumber yang dikenal sebagai pengelola beberapa dapur MBG di Lampung Timur ini, keempat dapur MBG yang kini disuntik mati oleh BGN merupakan dapur lama. Istilahnya 'dapur bintang'. Bahlan ada yang hanya aktif satu minggu. 

"Dan memang sudah lama disuspend, sekarang diangkat lagi sama BGN, biar kelihatan kepemimpinan baru ada kerja," lanjut dia melalui telepon.

Sumber yang dikenal sebagai "Pemain Dapur" ini menambahkan,  pemilik keempat dapur MBG itu merupakan orang Bandarlampung dan Jakarta. 

Ia mempersilakan KPPG Lampung-Bengkulu untuk mengecek langsung kondisi empat SPPG yang kini dinyatakan ditutup permanen alias disuntik mati tersebut ke lapangan. Sehingga didapati fakta yang sesungguhnya. 

Kasubbag TU KPPG Lampung-Bengkulu, Fitra Alfarisi, menyatakan dari 833 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditutup permanen operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN), empat diantaranya berasal dari Provinsi Lampung.

"Keempat dapur MBG yang ditutup permanen oleh BGN itu semuanya berasal dari Lampung Timur," kata Fitra Alfarisi, Selasa petang, 28 Juli 2026.

Dapur MBG di mana saja di Lampung Timur yang disuntik mati oleh BGN? Fitra menjelaskan, berikut datanya:

1. SPPG Braja Selebah, Braja Yekti.
2. SPPG Gunung Pelindung, Way Mili.
3. SPPG Bandar Sribhawono, Sribhawono 3.
4. SPPG Bumi Agung, Mulyo Asri.

Sementara, untuk yang tengah dalam posisi dihentikan sementara operasionalnya atau suspend, Fitra menjelaskan untuk saat ini di Provinsi Lampung jumlahnya mencapai 11 SPPG.

Mengenai tindaklanjut dari penutupan permanen 4 dapur MBG di wilayah Lampung Timur itu, Fitra mengaku pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. (johan/inilampung)

LIPSUS