-->
Cari Berita

Breaking News

Kepala SPPG Dorowati "Menghilang", Ribuan Penerima Manfaat MBG Gigit Jari

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Senin, 27 Juli 2026


ilustrasi


INILAMPUNGCOM --- Ada-ada saja peristiwa di balik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di   Provinsi Lampung. Belum lagi terang penyebab keracunannya belasan siswa SMPN I Talang Padang, Tanggamus, dan puluhan siswa SDN 22 Tegineneng, Pesawaran, pekan lalu, kini muncul cerita baru: Kepala SPPG Dorowati, Abung Timur, Lampung Utara, dikabarkan "menghilang".

Sudah satu pekan ini, sang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dorowati itu pergi entah kemana. Akibatnya, ribuan siswa, ibu hamil, dan lansia yang selama ini menerima manfaat dari program makan bergizi gratis (MBG) pasokan SPPG Dorowati, hanya bisa gigit jari. Praktis, kiriman makanan bergizi gratis itu pun terhenti.
 
Asisten Lapangan Dapur SPPG Dorowati, Suyudi, membenarkan terhentinya operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
 
"Ya, Mas, benar. Operasional dapur kami memang beberapa hari belakangan berhenti sementara," jelas Suyudi, Senin siang, 27 Juli 2026..
 
Suyudi menjelaskan, terhentinya kegiatan tersebut sama sekali bukan disebabkan oleh kendala teknis atau keterbatasan yang ada di lapangan.

Lalu karena apa? "Kalau secara kesiapan operasional di lapangan, kami tidak ada hambatan sama sekali. Namun, kemungkinan salah satu sebabnya karena Kepala SPPG beberapa hari belakangan tidak masuk kerja dan belum memberikan pelaporan ke sistem pusat, yang secara otomatis menyetop penyerapan dana operasional sesuai aturan dalam SOP," ungkap Suyudi.
 
Saat dikonfirmasi terkait kabar "menghilangnya" dirinya dari kegiatan di SPPG hingga mengganggu jalannya pelayanan publik, Kepala SPPG Dorowati Tria Nur Fajriyanti hanya memberikan jawaban singkat melalui sambungan telepon.
 
"Maaf ya, Pak, saya sedang ada rapat. Nanti selesai rapat, Bapak saya hubungi. Maaf ya, Pak," ucap Tria, seperti ditulis RMOLLampung.id,  Senin 27 Juli 2026, tanpa mau memberikan penjelasan lebih lanjut.

Jawaban Kepala SPPG Dorowati itu memunculkan pertanyaan besar, apakah rapat yang dijalani sedemikian mendesaknya hingga mengesampingkan kewajiban menjamin kelangsungan pelayanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat?Mengapa tidak ada pejabat berwenang yang ditunjuk untuk mengambilalih tugas sementara agar pelaporan dapat tersampaikan dan operasional tidak terhenti? Sampai berita ini ditayangkan, kedua pertanyaan tersebut belum mendapatkan jawaban.

Kepala SPPG Dorowati Tria Nur Fajriyanti yang dikabarkan "menghilang', belum memberikan tambahan penjelasan. Begitu pula Kepala Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, yang dimintai konfirmasi belum memberikan tanggapan. (zal/inilampung)

LIPSUS