-->
Cari Berita

Breaking News

Ketua DPRD Lampung Tebar Janji: Buka Semua Postur Anggaran

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Rabu, 29 Juli 2026



INILAMPUNGCOM - Masyarakat perlu mencatat tebaran janji yang disampaikan Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar.


Apa itu? Politisi Partai Gerindra ini bilang, DPRD memulai langkah besar membenahi kualitas APBD dengan membuka seluruh postur anggaran untuk dievaluasi secara transparan.


Bentuknya? Belanja yang dinilai tidak berdampak langsung kepada masyarakat, dipastikan akan dipangkas agar ruang fiskal dapat dialihkan ke program-program prioritas.


Diakui Giri, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) KPK agar proses penyusunan APBD berlangsung transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.


"Kami membuka seluruh postur anggaran kepada fraksi-fraksi. Mana yang tidak diperlukan, kami siap evaluasi. DPRD harus menjadi contoh bahwa anggaran disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar rutinitas," kata Giri, Rabu petang, 29 Juli 2026.


Sebagai Ketua Badan Anggaran DPRD, Giri memastikan APBD 2027 tidak lagi sekadar menjadi dokumen belanja pemerintah, tetapi mewujud sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi ketimpangan, serta memperbaiki kualitas hidup masyarakat Lampung.


Dikatakan, indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga penurunan gini ratio akan menjadi acuan utama dalam menentukan prioritas anggaran.


DPRD, lanjut Giri, juga berkomitmen mengawal program unggulan Gubernur Lampung, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karenanya, program penyediaan dryer, pupuk, bibit, hingga bantuan pengendalian hama akan menjadi perhatian dalam pembahasan APBD 2027.


"Kami ingin anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama petani yang selama ini menghadapi berbagai persoalan di lapangan," ujarnya.


*Kenaikan Belanja Pegawai


Dalam pembahasan APBD Perubahan, menurut Giri, DPRD turut menemukan sejumlah persoalan di organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satunya terjadi di Rumah Sakit Bandar Negara Husada yang telah memiliki tenaga dokter, namun belum didukung peralatan medis yang memadai.


Bagi Giri, kondisi tersebut harus segera dibenahi, karena berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Terkait hal ini DPRD mendorong Pemprov Lampung berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar kebutuhan alat kesehatan dapat dipenuhi.


"Dokternya sudah ada, sudah digaji, tetapi alat kesehatannya belum tersedia. Ini harus segera dicarikan solusi agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu," kata dia.


Sorotan juga diarahkan pada usulan kenaikan belanja pegawai di sejumlah OPD yang disebut mencapai 7 hingga 15 persen. Giri menilai, kondisi itu berpotensi mengurangi ruang fiskal untuk pembangunan dan pelayanan publik.


"Jangan sampai anggaran yang seharusnya dinikmati masyarakat justru habis untuk belanja pegawai. Semangat efisiensi harus dimulai dari pemerintah sendiri," tegasnya.


Diungkapkan, Sekretariat DPRD telah lebih dahulu melakukan rasionalisasi anggaran, sehingga kenaikan belanja pegawai tetap berada di bawah 2,5 persen sesuai ketentuan.


Di sektor pertanian, DPRD juga menemukan masih banyak program strategis yang belum mendapat dukungan anggaran, termasuk penanganan serangan hama tikus yang kini menjadi keluhan petani di berbagai sentra produksi.


"Hampir setiap turun ke lapangan, petani mengeluhkan serangan hama tikus. Ini persoalan nyata yang harus dijawab melalui kebijakan anggaran," ujar Giri.


Selain belanja, DPRD turut mengevaluasi sisi pendapatan daerah. Giri meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyusun strategi baru agar target PAD tidak kembali meleset seperti dalam tiga tahun terakhir.


Ia menilai, setiap kabupaten dan kota memiliki persoalan berbeda dalam pemungutan pajak sehingga diperlukan pendekatan yang lebih spesifik sesuai kondisi masing-masing daerah.


DPRD juga menemukan adanya perbedaan antara data retribusi di lapangan dengan laporan resmi, termasuk pada penerimaan pajak air permukaan. Temuan tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi guna memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.


"Kami ingin APBD Lampung menjadi APBD paling berkualitas. Setiap rupiah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Itu komitmen kami," pungkas Giri. (zal/inilampung)

LIPSUS