![]() |
| Siswa SD Negeri 22 Tegineneng, Pesawaran (radarcybernusantara.id) |
INILAMPUNGCOM - Program makan bergizi gratis (MBG) di Lampung kembali makan korban. Kali ini menimpa 32 siswa dan seorang guru SDN 22 Tegineneng, Pesawaran.
Usai menyantap MBG yang disajikan SPPG, Jum'at pagi 24 Juli 2026, puluhan siswa merasakan sakit di perutnya. Tak lama kemudian, badan mereka panas dingin. Indikasi awal terjadinya keracunan makanan.
Melihat kondisi demikian, pihak sekolah buru-buru membawa ke-32 siswa dan seorang guru ke Puskesmas Trimulyo. Menurut penelusuran inilampung.com, usai mendapat perawatan beberapa waktu, para korban MBG tersebut diperbolehkan pulang.
Adanya kejadian berindikasi keracunan akibat melahap MBG di SDN 22 Tegineneng itu langsung disikapi dengan sigap oleh pihak Kecamatan dan Polsek Tegineneng. Mereka turun ke sekolah untuk melakukan koordinasi, termasuk dengan SPPG yang memasok MBG "bermasalah" tersebut.
Sampai berita ini ditayangkan belum didapat penjelasan resmi dari pihak terkait.
Sebelumnya, peristiwa keracunan akibat MBG terjadi di SMPN I Talang Padang, Tanggamus. 8 siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas setempat untuk menjalani perawatan intensif.
Kasus keracunan MBG di SMPN I Talang Padang, Tanggamus, hari Rabu, 22 Juli 2026, lalu itu bukan persoalan remeh temeh. Pemkab Tanggamus melalui Dinas Kesehatan sampai perlu membuka pos kesehatan di sekolah tersebut.
Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tanggamus, Damsiana, didirikannya pos kesehatan di sekolah itu untuk memantau kondisi siswa yang lain.
Di sisi lain, jumlah siswa yang mengalami keluhan akibat melahap MBG dari SPPG Sinar Betung tersebut, terus bertambah. Sampai Kamis siang, 23 Juli 2026, mencapai 23 siswa.
Penambahan jumlah siswa yang ditengarai menjadi korban MBG itu, menurut Damsiana, setelah dilakukan observasi oleh pihaknya di SMPN I Talang Padang.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko. Kamis siang, 23 Juli 2026, melihat langsung kondisi seorang siswa SMPN I Talang Padang yang masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas setempat.
Kapolres menyatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan Tanggamus telah mengambil sampel makanan dan sudah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Lampung.
Sementara Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, menyatakan dugaan sementara penyebab tragedi di SMPN I Talang Padang ini berasal dari menu ayam saus mentega yang disajikan.
"Dugaan sementara itu penyebab keracunan. Tapi untuk kepastiannya, kita tetap menunggu hasil uji laboratorium," kata Saipul, Kamis siang, 23 Juli 2026.
Dan karena peristiwa ini, SPPG Sinar Betung, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus, dihentikan operasionalnya untuk sementara atau di-suspend.
Sampai kapan? "Hingga hasil investigasi oleh tim dan uji laboratorium selesa," tegas Saipul. (zal/inilampung)

