![]() |
| Wagub Jihan Nurlela usai membuka Pelatihan Vokasi Batch 2, Kamis 9 Juli 2026. (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Hari Kamis, 9 Juli 2026, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka Pelatihan Vokasi Batch 2 yang menjadi program runtut Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan Pelatihan Vokasi Batch 2 dengan spesifikasi kejuruan pengelasan dasar peralatan pertanian tersebut, menurut Wagub Jihan, sebagai upaya nyata Pemprov Lampung dalam meningkatkan kompetensi dan kemampuan masyarakat yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Lalu, seberapa besar berkah -kebermanfaatan- kegiatan yang merupakan bagian dari realisasi program Gerakan Cipta Ekonomi Produktif (GERCEP) Desaku Maju tersebut? Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Dr. Agus Nompitu, membeberkannya dalam wawancara khusus dengan inilampung.com, Sabtu pagi, 11 Juli 2026. Berikut petikannya:
Bisa dijelaskan mengapa memilih pelatihan vokasi kejuruan pengelasan dasar peralatan pertanian?
Begini, kalau di 2025 kemarin kan pelatihan vokasi multi-kejuruan ya. Setelah melalui beberapa kali evaluasi, di 2026 ini kami fokus tunggal yaitu pada kejuruan pengelasan dasar peralatan pertanian.
Apakah pilihan ini karena pelatihan vokasi multi-kejuruan di 2025 hasilnya kurang maksimal?
Bukan itu tolok ukurnya. Program 2025 justru telah terbukti berdampak nyata.
Konkretnya seperti apa?
Sepanjang tahun 2025 lalu, program pelatihan vokasi yang kami lakukan meluluskan 915 alumni. Hasil tracing kami terhadap 180 alumni, 61% telah bekerja atau berwirausaha. 81% dari alumni terserap sebagai karyawan atau pegawai, 19% lainnya membangun wirausaha sendiri. Konkretnya, data menunjukkan bahwa tingkat kemandirian ekonomi yang tinggi.
Lalu kenapa kejuruan pengelasan yang menjadi fokus di 2026?
Hasil evaluasi kami, serapan kerja lintas sektor menunjukkan keterampilan las terpakai di lapangan. Itu salah satu alasan mendasarnya mengapa di 2026 ini kami fokus ke kejuruan pengelasan dasar peralatan pertanian.
Kegiatan pelatihan pengelasan itu akan dilakukan berapa kali di 2026 ini?
Kami rencanakan 4 kali. Yang kemarin dibuka Ibu Wagub itu batch 2. Sebelumnya kami telah laksanakan mulai 26 Juni hingga 7 Juli 2026 dengan 5 kelas, dimana masing-masing kelas diikuti 16 peserta.
Kalau yang batch 2 dan seterusnya berapa pesertanya?
Untuk batch 2 yang dilaksanakan mulai tanggal 9 sampai 20 Juli, juga 5 kelas dengan jumlah per kelas 16 peserta. Batch 3 nanti tanggal 22 Juli sampai 3 Agustus, dan batch 4 di tanggal 4 sampai 16 Agustus. Dari 17 kelas pelatihan ini, target pesertanya 272 orang.
Para peserta berasal dari mana saja itu?
Dari 11 kabupaten di Lampung. Yaitu Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Utara, Lampung Barat, Lampung Tengah, Pringsewu, Pesawaran, Tulang Bawang Barat, Tanggamus, Way Kanan, dan Mesuji.
Bagaimana pola pelatihannya?
Setiap kelas diawali dengan kelas design thinking dan kewirausahaan. Jadi peserta tidak hanya menguasai teknik las, tetapi juga menghasilkan gagasan inovasi berbasis kebutuhan desanya.
Keunggulan pola pelatihan vokasi yang demikian, apa saja?
Dengan diawali design thinking menjadikan program ini bukan sekadar pelatihan teknis. Peserta menggali insight dari persoalan nyata di desanya, lalu merancang inovasi yang relevan. Dan pola ini terbukti pada program sebelumnya, dimana peserta menghasilkan prototipe inovasi konkret.
Contohnya..?
Misalnya, pengemasan beras premium, peremajaan gedung serba guna sebagai pusat ekonomi, pembentukan koperasi desa, hingga modifikasi mesin panen.
Ada optimis pola ini yang paling tepat?
Iya, karena memang ada buktinya. Dari data pelaksanaan, model ini konsisten menghasilkan tingkat kelulusan tinggi dan karya inovasi siap dikembangkan. Ini bukti bahwa keterampilan yang diberikan berujung pada dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat.
Bagaimana evaluasi atas pelatihan batch 1 di 2026?
Alhamdulillah, 80 peserta dari 5 kelas dinyatakan lulus. Tingkat kelulusannya 100% pada uji kompetensi kerja (UJK), dan menghasilkan 20 prototipe inovasi berbasis desa yang siap dikembangkan.
Kelanjutan dari pelatihan vokasi ini seperti apa?
Jadi begini, lulusan program GERCEP ini tentu tidak berhenti di pelatihan ya. Setiap lulusan diarahkan ke jalur keberlanjutan.
Misalnya seperti apa?
Kita dorong mereka bergabung dalam komunitas lulusan sebagai wadah pendampingan berkelanjutan. Setiap minggu mereka memperoleh review materi pembelajaran, kuis penguatan keterampilan, dan informasi lowongan kerja. Setiap peserta juga telah dibuatkan CV, sehingga siap langsung melamar begitu peluang kerja tersedia.
Selain itu..?
Nah, ini yang penting. Setiap peserta yang lulus uji kompetensi kerja (UJK) memperoleh sertifikat kompetensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Sertifikat ini merupakan pengakuan kompetensi resmi yang menjadi nilai tambah dalam proses melamar kerja. Juga mereka memperoleh akses informasi lowongan kerja dari kami, Dinas Tenaga Kerja, melalui platform SiGajah.
Kalau nilai lebihnya program ini secara nasional, apa?
Lampung merupakan provinsi pertama di Indonesia yang memadukan design thinking dalam pemberdayaan masyarakat, yaitu dari keterampilan menjadi kewirausahaan dan dampak ekonomi desa. (kgm-1/inilampung)

