-->
Cari Berita

Breaking News

Pemprov Cuma Bisa Garuk Kepala: Dividen Bank Lampung Anjlok Rp24,5 Miliar

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Senin, 06 Juli 2026

Ilustrasi | inilampung

INILAMPUNGCOM --- Realisasi pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Pemprov Lampung per 31 Desember 2025 benar-benar mengecewakan. Bagaimana tidak, dibandingkan tahun 2024, anjlok drastis. 

Total penurunannya mencapai Rp166.170.149.003,05. Yakni perolehan pada 2024 mencapai Rp193.520.241.461,01, di 2025 kemarin hanya Rp27.350.092.457,96.

Yang membuat pejabat pemprov hanya bisa garuk kepala adalah adanya fakta bahwa dividen atas penyertaan modal di Bank Lampung, anjlok hingga Rp24. 546.751.698,05. Bila di 2024 dividen yang masuk ke kas daerah sebanyak Rp51.896.844.156,01, pada 2025 hanya Rp27.350.092.457,96 saja.

Hal yang membuat turun drastisnya perolehan pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan adalah tidak adanya dividen dari BUMD aneka usaha, yakni PT Lampung Jasa Utama dan PT Wahana Raharja. Padahal, di 2024 dari sektor ini didapat pemasukan sebesar Rp141.623.397.305, dan dianggarkan pada tahun 2025 bisa diperoleh dividen Rp251.824.500. Namun faktanya 0 besar.

Data tersebut diungkap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam Laporan Keuangan Pemprov Lampung Tahun 2025 yang ditandatangani 25 Mei 2026 dan dibeberkan pada LHP BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung Nomor: 43A/T/LHP/DJPKN-V.BLP/PPD.01/05/2026 tanggal 26 Mei 2026.

Untuk diketahui, sampai 31 Desember 2021 silam, penyertaan modal Pemprov Lampung pada PT Bank Pembangunan Daerah Lampung -PT Bank Lampung- sesuai dengan sertifikat saham,  sudah mencapai Rp176.724.860.000. Dengan demikian, persentase kepemilikan atas modal disetor yang dimiliki oleh Pemprov Lampung per 31 Desember 2025 sebesar 37,76%.

Melalui perhitungan metode equity (equty method) atas persentase modal saham Pemprov Lampung didapat data sebagai berikut: Pada tahun 2024 per 31 Desember, investasi awal Rp642.809.124 072,42 dan investasi akhir di posisi Rp637.955 934.281,93.

Sedangkan investasi awal Bank Lampung per 31 Desember 2025 Rp637.955.934.281,93 dan investasi akhir di posisi Rp698.858.627.278,76.

PT Wahana Raharja Rugi Besar

Sementara, kerugian besar untuk ke sekian tahunnya, kembali dialami PT Wahana Raharja (WR).

Pada tahun 2024, BUMD aneka usaha mendapat keuntungan Rp14.377.966. Amat sangat tidak imbang dengan biaya kebutuhan operasional. Di 2025 kemarin, PT WR kembali merugi, di angka Rp3.201.041.550. 

Sedangkan PT Lampung Jasa Utama (LJU) di 2025 tertulis memberi dividen Rp2.656.151.270, dengan keuntungan usaha Rp58.675.578, turun drastis dibanding laba di 2024 sebesar Rp14.912.733.805.

Besaran Investasi
Diketahui, penyertaan modal Pemprov Lampung sampai 31 Desember 2025 lalu di PT Bank Lampung sebesar Rp698.858.527.278,76, di PT Wahana Raharja Rp120.427.508,37, dan di PT Lampung Jasa Utama Rp92.723.981.659,56. Totalnya Rp791.711.936.446,69.

Selain itu, Pemprov Lampung memiliki investasi permanen lainnya. Yaitu di PT Sarana Lampung Ventura sebesar Rp1.074.211.000 sampai 31 Desember 2025, di Asuransi Bangun Askrida Rp500.000.000, PT Kawasan Industri Lampung Rp401.986.000, dan PT Riau Airlines Rp1.000.000.000.
 
Besaran investasi pada empat perusahaan tersebut tidak mengalami perubahan dari tahun 2024. Bahkan investasi di PT Riau Airlines hanyalah "catatan administrasi" keuangan semata, karena perusahaan penerbangan itu telah bangkrut sejak 2012 silam. (zal/inilampung)

LIPSUS