-->
Cari Berita

Breaking News

Perempuan Lampung di Panggung ‘Puisi 68’ Isbedy Stiawan ZS

Dibaca : 0
 
Selasa, 14 Juli 2026



INILAMPUNG.COM, Bandar Lampung -- Perempuan Lampung bakal sepanggung di peluncuran buku Puisi 68 karya Isbedy Stiawan ZS, PDS HB Jassin, Jakarta, Rabu 15 Juli 2026 pukul 13.30 sd selesai.

Para perempuan Lampung adalah Fitri Angraini yang memandu diskusi menghadirkan pembicara Nanang R Supriyatin (Jakarta) dan Isbedy Stiawan ZS yang dijuluki oleh HB Jassin sebagai Paus Sastra Lampung.

Fitri Angraini dari Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS menjelaskan, kegiatan perayaan “Milad 68; Peluncuran Buku Puisi 68 Isbedy Stiawan ZS ini selain diramaikan oleh para penyair, pejabat, dan deklamator.asal Jakarta, juga para perempuan asal Lampung.

“Mereka memang selama ini sangat dekat dan mengenal baik Isbedy, baik sebagai sosok penyair, orang tua atau kakak, juga di Lamban Sastra yang didirikan Isbedy,” ujar Fitri yang juga isteri dari Isbedy Stiawan ZS lewat telepon saat berada di Bandara Radin Intan, Branti, Lampung Selatan, Selasa (14/07) pagi ini.

Dosen dan pegiat sastra di Lampung ini melanjutkan, perempuan Lampung yang siap tampil di PDS HB Jassin sepanggung dengan seniman lainnya, adalah Dzafira Adeliaputri Isbedy, pembaca puisi termuda siswa SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MuAD) Metro, Terry Lestari, Iin Zakaria yang dikenal ‘Ratu Dongeng’, dan Erika Novalia Sani, pembaca puisi.

“Saya salut dan berterima kasih untuk dedikasi perempuan-perempuan (asal) Lampung, karena setia pada puisi,” kata Fitri lagi.
Dzafira Adeliaputri Isbedy, siswi kelas 10 SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan (SMA MuAD) Metro.

Ia menambahkan, kehadiran Erika, Terry, dan Iin dapat dijadikan kecintaan pada kesenian tidak mengenal usia. “Apakah ia muda atau tak lagi muda,” terus Fitri yang puisi-puisinya telah masuk berbagai antologi bersama.

Meski kehadirannya di panggung Puisi 68 dengan biaya sendiri, ini menunjukkan dedikasi dan cintanya pada sastra patut diacungi jempol. 

“Kita memang masih sulit berharap dari pemerintah untuk membuka tangan mendukung seni budaya, tapi kita harus bisa meyakinkan kepada penguasa seni bisa hidup tanpa siraman dana. Sebab kesenian tumbuh dari hati dan jiwa paling dalam,” ungkapnya.

Sementara Isbedy Stiawan ZS menjelaskan buku puisinya yang diterbitkan Lampung Literature, Juni 2026, memuat 68 puisi untuk menandakan usianya 68 tahun pada 5 Juni 2026.  

Sampul didesain oleh Ulil Amri MB dari lukisan karya Afnan Malay, penyair dan aktivis mahasiswa di Jogjakarta. Sementara layout isi dikerjakan oleh Chandra Aria Wicaksono dari KoBer. Buku ini juga diberi pengantar dari penerbit, penyair, dan ditutup (epilog) oleh Fitri Angraini.

Lalu, berapa buku ini dijual Isbedy? “Karena ini buku spesial, maharnya Rp90 ribu,” katanya. Yang ingin memiliki dapat hubungi sang penyair.

Pejabat, Penyair, dan Deklamator

Terpisah, Yon Bayu Wahyono dari Pojok TIM  mengatakan, kegiatan ini kolaborasi Lamban Sastra, Dispusip Jakarta, PDS HB Jassin, dan Pojok TIM. 

Menarik dari peluncuran buku puisi Isbedy ini, tampil membaca puisi Kepala Dinas Perpustakaan Jakarta/Kepala PDS HB Jassin, Diki Lukman Hakim. “Sepanjang ini pal Diki hanya beri sambutan, dan setahu saya tidak pernah baca puisi,” katanya.

Selain Diki, ada Jose Rizal Manua, Helvy Tiana Rosa, Imam Ma’rif, Humam S Chudori, Syaifuddin Gani, Nia Samsihono, Wig SM, Nunung Noor El Niel, Rissa Churia sebagai pewara.(bd/inilampung)

LIPSUS