INILAMPUNGCOM --- Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi strategis dengan berbagai institusi.
Kali ini, kampus yang dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di Provinsi Lampung itu meresmikan Pusat Studi Kepolisian sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Polda Lampung, Kamis siang, 30 Juli 2026.
Dengan peresmian Pusat Studi Kepolisian ini, Universitas Saburai mengukir sejarah sebagai perguruan tinggi pertama di Lampung yang melakukannya. Sekaligus langkah penting Universitas Saburai dalam memperluas perannya, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mencetak sumber daya manusia berkualitas, tetapi juga sebagai pusat lahirnya kajian ilmiah, riset, dan gagasan strategis yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah, khususnya di bidang keamanan, ketertiban masyarakat, dan pelayanan publik.
Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, SE, MM, mengatakan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kepolisian merupakan kebutuhan di tengah semakin kompleksnya dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi melalui riset dan kajian akademik yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
"Atas nama pribadi dan keluarga besar Universitas Saburai, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh jajaran Polda Lampung. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Kerja sama seperti ini sesungguhnya sudah lama kami harapkan, karena kami percaya kampus tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan berbagai institusi menjadi kunci agar ilmu pengetahuan dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Sodirin.
Dijelaskan, Universitas Saburai memiliki kekuatan akademik melalui dosen, peneliti, mahasiswa, dan berbagai hasil kajian ilmiah. Sementara Polda Lampung memiliki pengalaman empiris yang sangat kaya dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat di lapangan.
"Ketika kekuatan akademik dipadukan dengan pengalaman lapangan yang dimiliki Kepolisian, saya yakin akan lahir berbagai gagasan, inovasi, dan rekomendasi yang bukan hanya bermanfaat bagi Universitas Saburai maupun Polda Lampung, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Sodirin menegaskan penandatanganan kerja sama tersebut tidak boleh berhenti sebagai seremoni belaka. Ia berharap, setelah peresmian ini, kedua institusi segera merealisasikan berbagai program kolaboratif, mulai dari penelitian bersama, seminar, kuliah umum, pelatihan, pengembangan sumber daya manusia, hingga pengabdian kepada masyarakat.
"Kami ingin kerja sama ini benar-benar hidup melalui kegiatan yang nyata. Harapannya akan lahir berbagai kajian ilmiah yang mampu menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan, sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai persoalan keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan publik yang terus berkembang," ucapnya.
*Ruang Intelektual Produktif
Menurut Sodirin, keberadaan Pusat Studi Kepolisian juga harus menjadi ruang intelektual yang produktif, bukan sekadar simbol kerja sama antarlembaga.
"Kami tidak ingin pusat studi ini hanya menjadi nama di papan atau sekadar tercantum dalam dokumen. Kami ingin tempat ini menjadi ruang berdiskusi, bertukar gagasan, melakukan riset, sekaligus melahirkan pemikiran-pemikiran yang mampu memberikan manfaat bagi dunia kepolisian maupun masyarakat luas," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Pusat Studi Kepolisian Polda Lampung, Edi Purnomo, SH, SIK, MM, menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Saburai membangun kemitraan strategis bersama Polda Lampung.
Menurutnya, pembentukan Pusat Studi Kepolisian merupakan langkah konkret dalam mempertemukan pendekatan akademik dengan pengalaman praktis Kepolisian untuk menghasilkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Kerja sama ini bukan sekadar penandatanganan dokumen administratif, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun sinergi antara institusi Kepolisian dengan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Edi.
Ia menilai, tantangan Kepolisian saat ini semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, perdagangan orang, hingga berbagai ancaman keamanan lainnya. Karena itu, kebijakan Kepolisian perlu diperkuat dengan hasil riset yang komprehensif dan berbasis data.
"Pusat Studi Kepolisian diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi Kepolisian dalam menghasilkan kajian strategis, rekomendasi kebijakan, inovasi pelayanan publik, sekaligus menjadi laboratorium pemikiran bagi pembangunan keamanan di Provinsi Lampung," katanya.
Melalui kerja sama tersebut, Universitas Saburai dan Polda Lampung berkomitmen menjadikan Pusat Studi Kepolisian sebagai pusat pengembangan ilmu kepolisian (center of excellence) yang mampu menghasilkan penelitian berkualitas, memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus mendukung transformasi Polri yang Presisi melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (zal/inilampung)

