![]() |
| Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan di Rapimwil Pemuda Muhammadiyah (zal/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk berkolaborasi membangun daerah. Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki peran strategis.
Hal tersebut disampaikan Sekdaprov Marindo saat membuka Rapat Pimpinan Wilayah II Pemuda Muhammadiyah Lampung dengan tema "Bertumbuh dan Mengakar untuk Lampung Maju" yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lampung, Bandarlampung, Rabu, 1 Juli 2026.
"Pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Saya percaya, Pemuda Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan," katanya.
Marindo mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas diri, serta menjadikan kolaborasi dan pengabdian sebagai bagian dari upaya bersama membangun Provinsi Lampung
"Teruslah bertumbuh tanpa kehilangan akar. Jadilah generasi yang tidak hanya sukses untuk diri sendiri, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan berkontribusi dalam mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas," pesan Marindo.
Fokus 4 Pilar
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pemuda Muhammadiyah Lampung, Muhtadli, memaparkan bahwa Pemuda Muhammadiyah berfokus pada empat pilar gerakan. Hal itu bertujuan melahirkan pemuda negarawan.
"Pilar utama tersebut meliputi Islam berkemajuan, keilmuan, kewirausahaan sosial, dan politik kebangsaan," lanjut Muhtadli.
Pilar Islam berkemajuan, menurutnya, adalah gerakan dakwah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup, penyebaran nilai-nilai toleransi, dan pencerahan umat untuk memerangi kebodohan serta kemiskinan.
Pilar keilmuan terfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta peningkatan literasi, agar pemuda tidak hanya menjadi konsumen teknologi melainkan pencipta inovasi baru.
Sedangkan pilar kewirausahaan sosial, diwujudkan dalam program pemberdayaan ekonomi kreatif dan pembinaan kemandirian kader guna menciptakan lapangan kerja baru dan mengentaskan kemiskinan.
"Pilar politik kebangsaan, adalah pendidikan politik berbasis nilai luhur (high politic) untuk menyiapkan pemuda yang berintegritas dan siap berkontribusi positif bagi arah kemajuan bangsa," ujarnya. (zal/inilampung)


