-->
Cari Berita

Breaking News

PTPN I Serap Hingga 20 Ribu Tenaga Kerja Musiman di Industri Tembakau

Dibaca : 0
 
Kamis, 16 Juli 2026

Pekerja musiman di industri pengolahan tembakau di PTPN I Regional 5.Foto: Ist.

INILAMPUNGCOM – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I (Persero) menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja musiman melalui pengelolaan industri tembakau di PTPN I Regional 5. Kehadiran industri tersebut turut menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Jember dan sekitarnya.


Sebagai salah satu sentra produksi tembakau nasional, PTPN I Regional 5 menjalankan proses budidaya secara berkelanjutan setiap tahun, mulai dari persiapan lahan, pembibitan, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, panen, pengeringan, hingga pengolahan hasil di pabrik. Seluruh tahapan tersebut melibatkan ribuan tenaga kerja lokal.


Kebutuhan tenaga kerja meningkat pada setiap tahapan produksi. Pada fase pengolahan tanah, setiap areal tanam rata-rata mempekerjakan lebih dari 50 pekerja per hari yang didominasi tenaga kerja laki-laki. Sementara pada tahap penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pengeringan, kebutuhan tenaga kerja perempuan lebih besar karena pekerjaan membutuhkan ketelitian dan keterampilan.


Puncak penyerapan tenaga kerja terjadi pada musim pengolahan tembakau di pabrik yang berlangsung setiap Juli hingga November. Pada periode tersebut, operasional pabrik mampu menyerap sekitar 15 ribu hingga 20 ribu pekerja, menjadikannya salah satu sektor penyerap tenaga kerja musiman terbesar di Kabupaten Jember.


Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan pertumbuhan bisnis perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


"PTPN I tidak hanya mengelola perkebunan untuk menghasilkan komoditas berkualitas, tetapi juga memastikan setiap aktivitas usaha memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Industri tembakau yang kami kelola telah menjadi sumber penghidupan bagi puluhan ribu pekerja sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja di sepanjang rantai nilai, mulai dari budidaya hingga pengolahan di pabrik," kata Rivai di Jakarta, Rabu (15/7/2026).


Menurutnya, tingginya penyerapan tenaga kerja merupakan implementasi prinsip Creating Shared Value (CSV), yakni pertumbuhan bisnis yang berjalan seiring dengan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.


"Keberlanjutan perusahaan tidak hanya diukur dari produktivitas dan kinerja bisnis, tetapi juga dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, PTPN I akan terus memperkuat pengelolaan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan inklusif dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem usaha perusahaan," ujarnya.


Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan Kebun dan Pabrik Pengolahan Tembakau Ajong juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Aktivitas ribuan pekerja selama musim tembakau mendorong pertumbuhan sektor transportasi, perdagangan, logistik, jasa, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta usaha kuliner di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Melalui penguatan rantai bisnis dari hulu hingga hilir, PTPN I Regional 5 menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan tembakau berkualitas sekaligus menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(mfn/rls)

LIPSUS