-->
Cari Berita

Breaking News

Sidang Promosi Doktor Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF Muhammadiyah, Abdul Mu'ti: Pengabdian dan Keilmuan Berjalan Seiring

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Selasa, 28 Juli 2026


Oleh, Hendra Apriyadi

Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah


Kabar membanggakan datang dari Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Khoirul Huda, M.Pd., resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Doktor Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (28/7/2026), di Aula Bung Hatta, Gedung Pascasarjana UNJ, Jakarta.


Sidang promosi tersebut berlangsung khidmat dan menjadi perhatian banyak kalangan. Hadir menyaksikan secara langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., bersama para guru besar, akademisi, keluarga, kolega, serta tokoh Muhammadiyah yang memberikan dukungan kepada promovendus.


Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Muhammad Khoirul Huda yang mampu menyelesaikan pendidikan doktor di tengah padatnya tanggung jawab sebagai Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sekaligus Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.


Dengan gaya khas yang hangat, Abdul Mu'ti mencairkan suasana melalui ungkapan yang disambut senyum para hadirin.


"Doktor itu akronimnya 'Mondok di Kantor'."


Menurutnya, ungkapan tersebut menggambarkan realitas perjuangan banyak mahasiswa doktoral yang harus membagi waktu antara pekerjaan, organisasi, keluarga, dan penelitian. Ia menilai Muhammad Khoirul Huda berhasil menunjukkan bahwa keterbatasan waktu bukanlah hambatan untuk terus meningkatkan kapasitas akademik apabila disertai tekad, kedisiplinan, dan semangat belajar sepanjang hayat.


Abdul Mu'ti juga memberikan apresiasi terhadap disertasi berjudul "Development of an Inquiry Based Pancasila Education (Digital Citizenship) Learning Model Assisted by Flipbooks to Enhance Students' Critical Thinking Skills." Menurutnya, penelitian tersebut menghadirkan inovasi pembelajaran Pendidikan Pancasila yang relevan dengan perkembangan teknologi digital dan kebutuhan pendidikan abad ke-21.


Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan di berbagai sekolah sebagai bagian dari penguatan karakter, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.


Keberhasilan Muhammad Khoirul Huda dinilai menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Muhammadiyah. Sebagai Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, ia selama ini aktif mengawal berbagai program strategis pengembangan pendidikan Muhammadiyah di tingkat nasional. Gelar doktor yang diraihnya diharapkan semakin memperkuat kapasitas kepemimpinan akademik sekaligus memperkaya gagasan dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing global.


Di akhir sambutannya, Abdul Mu'ti menyampaikan ucapan selamat kepada Muhammad Khoirul Huda.


"Selamat dan sukses kepada Dr. Muhammad Khoirul Huda, M.Pd. Semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat bagi agama, bangsa, negara, serta Persyarikatan Muhammadiyah."


Ucapan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sidang yang memenuhi Aula Bung Hatta. Hadir dalam kegiatan tersebut Didik Suhardi, Ph.D Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah ," Mengucapkan Selamat dan sukses atas capaian yang membanggakan " ucapnya


Keberhasilan Dr. Muhammad Khoirul Huda menjadi pesan bahwa budaya keilmuan yang selama ini dikembangkan Muhammadiyah terus melahirkan kader-kader intelektual yang mampu memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Pencapaian ini sekaligus mempertegas komitmen Muhammadiyah bahwa pendidikan merupakan jalan strategis untuk melahirkan pemimpin yang berintegritas, inovatif, dan berkemajuan.


"Muhammadiyah membangun peradaban melalui pendidikan. Ketika seorang kader bertumbuh menjadi doktor, yang bertambah bukan hanya gelarnya, melainkan tanggung jawabnya untuk menghadirkan ilmu yang mencerahkan dan memberi manfaat bagi umat serta kemajuan bangsa."(*)

LIPSUS