INILAMPUNGCOM --- Ada kabar serius bagi masyarakat. Saatnya mengetahui dan mewaspadai adanya titik panas (hotspot).
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung, telah terdeteksi sebanyak 23 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Lampung. Hal itu berdasarkan pemantauan satelit hingga Minggu, 12 Juli 2026, pukul 07.01 WIB.
Peta sebaran titik panas yang dirilis BMKG -dikutip dari lampunggehnews.com-, ke-23 hotspot tersebar di tiga kabupaten, yakni Way Kanan, Tulang Bawang, dan Lampung Tengah.
Kabupaten Way Kanan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 13 titik yang tersebar di Kecamatan Blambangan Umpu, Negara Batin, Pakuan Ratu, dan Umpu Semenguk.
Sementara di Kabupaten Tulang Bawang terdeteksi memiliki 7 titik panas, seluruhnya berada di Kecamatan Gedung Meneng. Sedangkan di wilayah Kabupaten Lampung Tengah tercatat memiliki 3 titik panas, tersebar di Kecamatan Bandar Mataram dan Way Pengubuan.
BMKG mencatat seluruh hotspot memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) berkisar 8 hingga 9, yang menunjukkan adanya indikasi panas permukaan yang perlu diwaspadai sebagai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Waspadai Kebakaran
Secara rinci, hotspot di Kabupaten Way Kanan berada di Kecamatan Blambangan Umpu sebanyak lima titik, Negara Batin empat titik, Pakuan Ratu tiga titik, dan Umpu Semenguk satu titik.
Sementara di Kabupaten Tulang Bawang seluruh hotspot berada di Kecamatan Gedung Meneng, sedangkan di Lampung Tengah masing-masing berada di Kecamatan Bandar Mataram dan Way Pengubuan.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot.
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (zal/inilampung)

