INILAMPUNGCOM -- Hari Kamis lalu, 30 Juli 2026, secara resmi 40 pemuda-pemudi asal Kabupaten Lampung Timur mendapat kesempatan magang di beberapa perusahan di Jepang.
Langkah "menginternasionalkan" kemampuan puluhan kaum muda asal Lampung Timur itu berkat konsistensi LPK Khasa Japanese Languange Center. Dimana program pemagangan ke Jepang ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan International Manpower Development Organization, Japan (IM Japan).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, mengapresiasi konsistensi LPK Khasa Japanese Languange Center yang terus memberi kesempatan kepada kaum muda terbaik di Lampung mengikuti program magang tersebut.
"Kriteria untuk bisa mengikuti program magang ini memang sangat ketat. Misalnya, untuk kemampuan bahasa saja harus level N4. Alhamdulillah, banyak anak muda kita di Lampung yang lolos seleksi. Hal ini menunjukkan kualitas kemampuan mereka memang baik," tutur Agus Nompitu, Sabtu pagi, 1 Agustus 2026.
Dikatakan, program magang ke Jepang ini telah dimulai sejak tahun 1993, dan hingga saat ini sudah meluluskan lebih dari 52.000 alumni.
Mengenai tujuan utama magang yang berlangsung selama 3 sampai 5 tahun tersebut, Agus Nompitu menjelaskan, untuk meningkatkan kompetensi teknis (hard skill) para peserta sesuai dengan kejuruan atau jabatan yang diikuti.
Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan kompetensi soft skill para peserta, terutama dalam hal etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab dan jiwa enterpreneurship.
"Dengan bekal kompetensi teknis dan soft skill yang mumpuni, diharapkan menjadi modal dalam berkiprah di industri atau dalam mengembangkan usaha secara mandiri setelah tiba kembali di tanah air," ujarnya.
Jalur Resmi Jadi TKI
Dijelaskan, program ini menjadi salah satu jalur resmi bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk mendapatkan pelatihan sekaligus pengalaman kerja di Jepang melalui skema pemagangan selama 3 hingga 5 tahun.
Agus menambahkan, Disnaker Provinsi Lampung mengapresiasi dedikasi LPK Khasa Japanese Languange Center yang senantiasa berupaya mewujudkan visi menjadi lembaga pelatihan kerja yang menghasilkan tenaga kerja Indonesia berkualitas dan terpercaya, serta mencetak generasi bangsa yang trampil, cerdas, dan kompeten.
"Keberhasilan meloloskan sebanyak 40 peserta ini adalah bukti nyata kesungguhan lembaga dalam mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di kancah internasional," sambungnya.
Beberapa perusahaan di Jepang yang memberikan kesempatan peserta magang dari Indonesia antara lain Matsubara Manufacturing Co, Ltd, Wabou Denshi Co, Ltd, FG Coomunications Co, Ltd, Fujiki Kogyosho Co, Ltd, Meisei Electric Co, Ltd, Toatsu Chubu Co, Ltd, A- Line Inc, RaiRasuto Co, Ltd, G.Style Co, Ltd, Keikikogyo Co, Ltd, Toyotomi netsushori Kogyou Co, Ltd dan Link Up Corporation dengan job permesinan, perakitan perangkat elektronik, konstruksi, pengolah makanan, bosui shiringu, interior finishing, pemeliharaan mesin dan plester.
Saat acara pelepasan keberangkatan 40 pemuda-pemudi asal Lampung mengikuti magang di Jepang, Agus Nompitu diwakili Kabid Pelatihan Produktivitas Disnaker Lampung menyampaikan pesan agar seluruh peserta magang menjaga nama baik daerah, menjunjung tinggi kedisiplinan, kejujuran, dan etika kerja.
"Pelajari sebaik-baiknya keahlian, teknologi, dan budaya kerja yang maju di sana. Hormati peraturan, atasan, dan rekan kerja kalian. Jaga nama baik diri sendiri, keluarga, LPK Khasa Japanese Languange Center, serta tanah air kita tercinta," pesan Agus Nompitu. (johan/inilampung)

