-->
Cari Berita

Breaking News

Anak Usaha Bumi Waras di Anak Tuha Lampung Tengah Dibakar Massa

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Rabu, 12 Agustus 2026


INILAMPUNGCOM --- Aksi massa Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 11.30 WIB berujung hangusnya berbagai fasilitas PT ABumi Sentosa Abadi (BSA), Dusun Sriwaya, Kampung Aji Tuha, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.

Massa membakar mess karyawan, gudang, hingga fasilitas milik PT BSA yang merupakan anak perusahaan Bumi Waras (BW) atau Sungai Budi Group yang bergerak pada usaha kelapa sawait dan tanaman tebu. 

Foto dan video aksi pembakaran berbagai sarana perusahaan perkebunan tersebut beredar luas di media sosial. Salah satu video tiktok yang diunggah @gilbert2465 berdurasi 39 detik yang diterima inilampung.com memperlihatkan sejumlah fasilitas kantor yang dibakar massa.

“Hancurkan!!” Teriak massa yang mayoritas mengenakan topi dan penutup wajah. Dalam video tersebut, dituliskan juga keterangan “hangus dan usir PT yang menduduki lahan masyarakat,”.

Dalam video juga terlihat mobil polisi yang sudah berada di lokasi.

Diketahui, konflik pengelolaan lahan perkebunan di tiga desa di Lampung Tengah yakni Desa Negara Aji Tua, Negara Aji Baru, dan Bumi Aji, Kecamatan Anak Tuha, telah berlangsung sejak zaman kolonial. Sejak tahun 1870, masyarakat telah mengelola lahan di wilayah tersebut secara turun-temurun dengan menanam komoditas seperti lada, kopi, dan durian.

Namun sejak 1972, berbagai perusahaan silih berganti menguasai lahan tersebut dengan dukungan aparat dan tanpa persetujuan masyarakat.

PT Pagolam, PT Chandra Bumi Kota, dan terakhir PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) disebut sebagai aktor utama dalam perampasan tanah warga. Proses penguasaan lahan dilakukan dengan intimidasi, manipulasi administrasi, dan pemberian ganti rugi tak layak.

Puncaknya terjadi pada September 2023, ketika aparat gabungan berjumlah sekitar 1.500 personel menggusur paksa lahan yang telah digarap petani. Traktor dan alat berat meratakan lahan, bentrokan pecah, warga ditangkap, dipukul, dan sebagian memilih meninggalkan kampung karena ketakutan.

Sampai berita ini ditayangkan belum didapat penjelasan dari pihak Bumi Waras Group. (zal/inilampung)

LIPSUS