-->
Cari Berita

Breaking News

Apresiasi Kerja ILS, Anggota DPRD Lamteng : Pemerintah Harus Hadir

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Jumat, 28 Agustus 2026

Monev ILS Lampung Tengah (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Inisiatif Lampung Sehat (ILS) Lampung Tengah menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Eliminasi Tuberkulosis (TBC) Lampung Tengah. Monev rutin tiap Semester itu, kali ini  dilaksanakan di Saung Kopi Desa, Kalirejo, Lampung Tengah, Kamis (27/8/2026). 


Hadir pada kegiatan ini yakni Direktur ILS Sudiyanto, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah M Iqbal WT., Pemegang Program TBC Puskesmas serta kader ILS se-Lampung Tengah.


Maksud agenda tersebut adalah mengevaluasi capaian program serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi kader. Tentang pelaksanaan program penanggulangan TBC di wilayah Lampung Tengah.


Rizal NS selaku Program Monitoring Evaluation and Learing (PMEL) ILS Lampung Tengah, menyampaikan bahwa kondisi geografis Lampung Tengah yang cukup luas. Hal inilah yang menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. 


"Luasnya wilayah kerja menyebabkan masih terdapat kader yang belum dapat menjalankan tugas secara maksimal. Namun demikian, kondisi tersebut terus diupayakan melalui strategi pembagian beban kerja antarkader agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih efektif dan target capaian tetap dapat dimaksimalkan," kata Rizal NS.


Sementara itu, Koordinator PMEL ILS Lampung, Dian Sugianto, memaparkan bahwa capaian program ILS Lampung Tengah hingga saat ini berada dalam kategori aman. Menurutnya, capaian pada bulan Juli sudah menunjukkan hasil yang baik dan perlu dipertahankan pada bulan Agustus.


“Capaian bulan Juli sudah bagus. Harapannya, capaian tersebut dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan pada bulan Agustus,” ujarnya.


Direktur ILS, Sudiyanto, dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah, khususnya dalam pengembangan program Desa Siaga TBC. Menurutnya, keberadaan Desa Siaga TBC harus menjadi ruang bersama bagi pemerintah dan komunitas untuk memperkuat peran masyarakat dalam penanggulangan TBC.


"Kader TBC yang aktif di sejumlah kampung masih didominasi oleh kader ILS. Ke depan, ILS mendorong agar kader desa yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Desa Siaga TBC harus memiliki kemampuan dasar mengenai informasi TBC, komunikasi efektif, serta pemahaman mengenai peran masyarakat dalam program penanggulangan TBC," kata Sudiyanto.


Sudiyanto juga menyoroti perlunya memperluas jangkauan pendampingan kader, terutama ke desa-desa yang selama ini belum tersentuh program. Menurutnya, luasnya wilayah Lampung Tengah membutuhkan strategi kolaborasi yang lebih kuat agar keberadaan kader tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu.


“ILS selama ini memiliki kader berbasis puskesmas. Sekarang harus mulai dipikirkan desa-desa yang belum tersentuh. Rentang wilayahnya memang cukup luas, sehingga sebisa mungkin kader ILS dapat masuk dan menjadi bagian dari tim program Desa Siaga TBC,” lanjutnya.


Dukungan terhadap penguatan kolaborasi juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, M Iqbal WT. Ia menegaskan pemerintah harus hadir ketika masyarakat menunjukkan kreativitas dan inisiatif dalam menjalankan program, termasuk dalam upaya penanggulangan TBC.


Menurut M Iqbal, meskipun pemerintah saat ini menghadapi berbagai tantangan terkait efisiensi anggaran, program-program yang menyangkut kepentingan masyarakat tetap harus berjalan. Ia juga membuka ruang komunikasi agar kader ILS dapat terlibat dalam pelaksanaan program Desa Siaga TBC di Lampung Tengah.


“Pemerintah harus hadir ketika masyarakatnya kreatif, terutama dalam program TBC ini. Meskipun kita sedang menghadapi kendala terkait efisiensi, program-program harus tetap berjalan. Untuk program Desa Siaga TBC, nanti bisa kita komunikasikan agar kader ILS juga dapat terlibat,” kata Iqbal.


Melalui Monev, ILS Lampung Tengah menegaskan komitmennya untuk mempertahankan capaian program sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor. 


Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi, penemuan kasus, pendampingan, serta upaya pencegahan dan penanggulangan TBC hingga ke desa-desa yang belum terjangkau program.(rls/zal/inilampung)

LIPSUS