-->
Cari Berita

Breaking News

Aset Pemkot Bandarlampung "Tabur Tayang": 5 Kapal, Puluhan Motor tak Diketemukan

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Senin, 24 Agustus 2026

Kapal Nelayan Penangkap Ikan (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Sungguh memprihatinkan. Aset Pemkot Bandarlampung yang didapat dari uang rakyat, selama ini ternyata tidak diurus dan diamankan sebagaimana mestinya alias "tabur tayang" atau berserakan tidak karuan. 


Padahal, ada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), lembaga resmi yang sesuai tupoksinya bertanggungjawab mengurus dan mengamankan aset milik pemkot.


Ironisnya -dan tidak masuk akal-, aset berbentuk kapal pun tidak diketemukan keberadaannya alias hilang begitu saja. Jumlahnya bukan hanya satu, tapi sampai lima unit kapal. 


Benar begitu? Datanya ada di dalam lampiran Laporan Keuangan Pemkot Bandarlampung Tahun 2025 yang ditandatangani Walikota Eva Dwiana, 26 Mei 2026.


Kapal apa saja yang menjadi tanggung jawab Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bandarlampung dicatat sebagai: tidak ditemukan alias hilang itu? Berikut datanya:


1. Kapal penangkap ikan REG 0001. Perolehan tahun 2013. Harga Rp375.000.000.


2. Kapal sampan (KM Ketingting) REG 0001. Perolehan tahun 2012. Harga Rp35.000.000.


3. Kapal patroli pantai/pengawas. REG 0001. Perolehan tahun 2006. Harga Rp781.100.000.


4. Kapal penangkap ikan REG 0002 (gill net). Perolehan tahun 2007. Harga Rp399.350.000.


5. Kapal penangkap ikan REG 0001. Perolehan tahun 2008. Harga Rp388.808.000.


Dari lima kapal yang masih tercatat sebagai aset Pemkot Bandarlampung itu, senyatanya terdapat kerugian keuangan daerah sebesar Rp1.979.258.000 atas tidak ditemukannya sarana terkait kegiatan perikanan tersebut. 


Dan sampai saat ini tidak ada satu pihak pun di lingkungan pemkot yang bertanggungjawab dalam raibnya aset daerah tersebut.


Bukan hanya lima unit kapal saja di DKP Bandarlampung yang tidak ditemukan keberadaannya. Ada dua unit sepeda motor yang dinyatakan hilang dicuri. Yaitu Suzuki Yupiter mx perolehan tahun 2010 seharga Rp14.998.000, dan Vixion perolehan tahun 2014 dengan harga Rp23.502.000.


Puluhan Motor Hilang


Jika kapal yang jelas-jelas bentuknya besar saja bisa tidak ditemukan keberadaannya, apalagi aset sekelas sepeda motor.


Dan itu terbukti, puluhan randis roda 2 aset Pemkot Bandarlampung yang kini tidak ditemukan keberadaannya. Hal itu terjadi pada banyak satuan kerja (satker). 


Misalnya di Sekretariat Daerah, setidaknya tercatat 18 unit sepeda motor yang berstatus: tidak dapat dibuktikan keberadaannya.


Lalu ada lagi beberapa randis roda 2 yang dinyataka hilang. Yaitu pada Dinas Kesehatan satu unit motor Suzuki seharga Rp12.000.000, Dinas Pangan satu unit motor Honda senilai Rp11.300.000, bahkan pada Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana terdapat empat randis roda 2 yang hilang dicuri dengan total harga Rp66.044.448.


Selain itu di Dinas Perhubungan, motor Honda senilai Rp14.289.000, kantor Kecamatan Way Halim motor Yamaha seharga Rp7.500.000, Dinas Koperasi motor Honda seharga Rp15.800.000, pun di Dinas Pertanian terdapat lima unit motor yang tidak ditemukan keberadaannya.


Bahkan terdapat satu unit randis roda 4 di Sekretariat DPRD Bandarlampung seharga Rp120.000.000 yang tidak jelas keberadaannya.


Data diatas hanya sebagian kecil yang diuraikan Walikota Eva Dwiana dalam Laporan Keuangan Pemkot Bandarlampung Tahun 2025. Sayangnya, belum didapat penjelasan dari Kepala BPKAD, Zakky Irawan, dan OPD terkait atas peristiwa raibnya lima kapal dan puluhan randis roda 2 itu hingga berita ini ditayangkan. (zal/inilampung)

LIPSUS