INILAMPUNGCOM --- Setelah ditengarai banyak persoalan penyimpangan pemanfaatan aset --- meski terkesan lambat--- Rabu siang, 12 Agustus 2026, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung baru bergerak.
Menurut Agenda Harian Gubernur Lampung, siang nanti Asisten Administrasi Umum sekaligus Plt Kepala Dinas Kehutanan, Sulpakar, memimpin rapat terkait optimalisasi pemanfaatan aset Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rahman di kantor Dishut Lampung, Rajabasa, Bandarlampung.
Berdasarkan penelusuran inilampung.com, banyak aset Tahura Wan Abdul Rahman yang telah "dikelola" oleh berbagai pihak tanpa kejelasan kontribusinya dalam retribusi pendapatan asli daerah (PAD).
Salah satunya adalah kios cinderamata yang berada tepat di depan Taman Rusa. Di lokasi ini telah berdiri beberapa bangunan semi permanen yang mengatasnamakan lembaga pecinta lingkungan.
Bangunan tersebut dipakai oleh sebuah lembaga non pemerintah, tidak jelas izin sewanya. Apakah disetor ke APBD, atau masuk kantong oknum UPTD setempat.
Diduga kuat, keberadaannya tanpa ada perjanjian peminjaman kepada Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Youth Camp Center, Desa Hurun, Padang Cermin, Pesawaran. Di lokasi diduga kuat telah dimanfaatkan beberapa pihak secara aman dengan pola pengaturan bersama oknum Dinas Kehutanan.
Untuk diketahui, berdasarkan LHP BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung Atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Lampung Tahun 2025, Nomor: 43A/T/LHP/DJPKN-V.BLP/PPD.01/05/2026 tanggal 26 Mei 2026, aset tanah Pemprov Lampung di Tahura Wan Abdul Rahman telah direklasifikasi menjadi properti investasi.
Nilainya untuk gedung/pertokoan, koperasi pasar semi permanen di Desa Hurun, Hanura, Pesawaran, mencapai Rp121.500.000. Pusat jajanan/kuliner di Youth Camp Center Desa Hurun, Teluk Pandan, nilainya Rp299.700.000.
Sedangkan kios cinderamata di Youth Camp Center juga bernilai Rp299.700.000, dan pusat jajanan/plaza yang ada di Desa Hurun, Padang Cermin, memiliki nilai Rp645.395.306.
Sampai saat ini, kontribusi retribusi dari pemanfaatan Tahura Wan Abdul Rahman masih menjadi misteri. Karena diduga kuat justru menjadi ajang oknum menangguk pendapatan pribadi. (zal/inilampung)

