![]() |
| Kepala BPBD Lampung, Rudy Syawal Sugiarto |
INILAMPUNGCOM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengingatkan masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan akan munculnya ancaman tsunami.
Kepala BPBD Lampung, Rudy Syawal Sugiarto, menyatakan provinsi ini memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan dengan potensi aktivitas kegempaan dan ancaman tsunami.
"Kami meminta masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap waspada. Pahami langkah evakuasi bila terjadi gempa kuat dan peringatan tsunami," ucap Rudy Syawal, Minggu siang, 16 Agustus 2026, sebagaimana dikutip dari RMollampung.id.
Seberapa banyak wilayah Provinsi Lampung yang berisiko tinggi terhadap tsunami? Mengacu pada Dokumen Kajian Bencana Provinsi Lampung Tahun 2025-2029, setidaknya terdapat 5 wilayah yang memiliki tingkat bahaya tinggi dan risiko tsunami.
Berikut data wilayah di Provinsi Lampung yang rawan tsunami:
1. Bandarlampung. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Tinggi. Kelas kapasitas: Sedang. Kelas risiko: Tinggi.
2. Lampung Selatan. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Sedang. Kelas kapasitas: Sedang. Kelas risiko: Tinggi.
3. Pesawaran. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Sedang. Kelas kapasitas: Sedang. Kelas risiko: Tinggi.
4. Pesisir Barat. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Tinggi. Kelas kapasitas: Rendah. Kelas risiko: Tinggi.
5. Tanggamus. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Sedang. Kelas kapasitas: Sedang. Kelas risiko: Tinggi.
Sementara Kabupaten Lampung Timur dan Tulang Bawang berada dalam kategori sedang. Kota Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Pesisir Barat, dan Tanggamus memiliki bahaya tinggi karena berada di kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. (zal/inilampung)

.jpeg)
