![]() |
| RSUD KH Ahmad Hanafiah Lampung Timur (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lampung Timur, Bupati Ela Siti Nuryamah mengucurkan dana Rp5,8 miliar dari APBD tahun anggaran 2026 bagi pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Ahmad Hanafiah di Sukadana.
Anggaran sebesar Rp5,8 miliar itu digunakan untuk membangun dua unit gedung baru di lingkungan RSUD KH Ahmad Hanafiah. Yaitu pembangunan poliklinik dengan total anggaran sebesar Rp5.199.342.400, dan pembangunan gedung operasi senilai Rp796.936.000.
Pemkab Lampung Timur menilai, kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan dasar maupun layanan kesehatan spesialis yang berkualitas, dari tahun ke tahun makin meningkat. Dan tujuan utama pembangunan gedung poliklinik untuk mengurangi antrean pasien, memperluas kapasitas fasilitas rawat jalan dan meningkatkan standar keselamatan pasien sesuai dengan regulasi yang ada.
Lalu perusahaan apa yang akan melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung poliklinik RSUD KH Ahmad Hanafiah? Tak lain adalah CV Dwi Baskoro yang beralamat di Bandarlampung sebagai pelaksana pembangunannya. Dan setidaknya ada 14 ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh CV Dwi Baskoro selaku pemenang tender.
Sementara pelaksana pembangunan gedung ruang operasi senilai Rp796.936.000 adalah CV Sungai Biru yang beralamat di Lampung Timur. Penyedia jasa ini akan mengerjakan 12 pekerjaan utama bangunan yang menjadi kewajibannya, mulai dari pekerjaan persiapan, pekerjaan bongkaran, galian dan pekerjaan utama struktur bangunan, pengecatan hingga pekerjaan mekanikal.
Sementara itu Sumadi, masyarakat yang tinggal tidak jauh dari RSUD KH Ahmad Hanafiah, berharap kepada Bupati Ela Siti Nuryamah agar tidak hanya pembangunan fisik yang terus ditingkatkan oleh pemerintah.
Menurutnya, hal lain yang juga tidak kalah penting untuk ditingkatkan adalah pelayanan kepada masyarakat, terutama warga kurang mampu yang menggunakan layanan BPJS, yang kerap kali mendapat pelayanan yang kurang baik dari pegawai rumah sakit plat merah tersebut.
"Bangunan bagus, sarana lengkap kalau pelayanan kesehatan bagi pemegang BPJS tidak ditingkatkan, ya tidak banyak manfaatnya bagi masyarakat. Kami minta Bupati mau mengawasi pelayanan kesehatan bagi rakyat kecil," kata Sumadi, Selasa siang, 25 Agustus 2026. (johan/inilampung)

