![]() |
| Aktivitas Gunung Anak Krakatau |
INILAMPINGCOM - Gunung Anak Krakatau dalam tiga hari terakhir, telah "batuk" atau erupsi sebanyak 17 kali.
Belasan kali Gunung Anak Krakatau "batuk" dalam tiga hari terakhir -hingga Senin pagi, 17 Agustus 2026- merupakan hasil dari pos pengamatan.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan akrifnya erupsi di gunung berapi itu.
"Kolom letusannya sampai 400 meter di atas puncak," kata Andi Suwardi.
Karena beberapa hari terakhir Gunung Anak Karakatau rutin "batuknya", Andi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas yang mendekati gunung, minimal dalam radius 3 Km.
Terkait peningkatan erupsi gunung berapi ini, beberapa hari lalu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengingatkan masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan akan munculnya kegempaan dan ancaman tsunami.
Kepala BPBD Lampung, Rudy Syawal Sugiarto, menyatakan provinsi ini memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan dengan potensi aktivitas kegempaan dan ancaman tsunami.
"Kami minta masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap waspada. Pahami langkah evakuasi bila terjadi gempa kuat dan peringatan tsunami," ucap Rudy Syawal, Minggu siang, 16 Agustus 2026, sebagaimana dikutip dari rmollampung.id.
Ini Wilayah Risiko Tinggi Tsunami
Seberapa banyak wilayah Provinsi Lampung yang berisiko tinggi terhadap tsunami? Mengacu pada Dokumen Kajian Bencana Provinsi Lampung Tahun 2025-2029, setidaknya terdapat 5 wilayah yang memiliki tingkat bahaya tinggi dan risiko tsunami.
Berikut data wilayah di Provinsi Lampung yang rawan tsunami:
1. Bandarlampung. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Tinggi. Kelas kapasitas: Sedang. Kelas risiko: Tinggi.
2. Lampung Selatan. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Sedang. Kelas kapasitas: Sedang. Kelas risiko: Tinggi.
3. Pesawaran. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Sedang. Kelas kapasitas: Sedang. Kelas risiko: Tinggi.
4. Pesisir Barat. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Tinggi. Kelas kapasitas: Rendah. Kelas risiko: Tinggi.
5. Tanggamus. Kelas bahaya: Tinggi. Kelas kerentanan: Sedang. Kelas kapasitas: Sedang. Kelas risiko: Tinggi.
Sementara Kabupaten Lampung Timur dan Tulang Bawang berada dalam kategori sedang. Kota Bandarlampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Pesisir Barat, dan Tanggamus memiliki bahaya tinggi karena berada di kawasan pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. (zal/inilampung)

