INILAMPUNGCOM --- KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih menjadi Ketum PBNU periode 2026-2031.
"Anggota Ahlul Halil Wal Aqdi (AHWA) memutuskan secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026-2031," kata KH Anwar Iskandar membacakan sidang pleno Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Siapa Sebenarnya Gus Kikin
Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958 di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Kabupaten Jombang. Ia adalah anak dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.
Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz merupakan seorang ulama dan pebisnis Indonesia asal Jombang.
Kini, dia mengasuh Pondok Pesantren Tebuireng kedelapan sepeninggal KH Salahuddin Wahid yang wafat pada tahun 2020. Sebelumnya (2022), menjabat salah satu Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.-- bersama ulama dan figur terkemuka seperti KH Hasib Wahab Chasbullah, Prof. Dr. KH Moh. Mukri, Khofifah Indar Parawansa, dan Alissa Qotrunnada.
Gus Kikin adalah cicit pendiri Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Hasyim Asy'ari. Sebab, Abdiah Ma'shum adalah anak dari putri sulung Hasyim Asy'ari, Nyai Hj Khoiriyah Hasyim.
Sementara Mahfudz Anwar adalah Pendiri Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang. Mahfudz lahir pada 12 April 1912 dan meninggal pada 20 Mei 1999.
Dalam catatan trah para kita NU, Gus Kikin ternyata sepupuan dengan KH Anwar Manshur, Pengasuh Tertinggi Pondok Pesantren Lirboyo Kediri sejak 2014.
Gus Kikin tidak hanya belajar di Pondok Pesantren Sunan Ampel. Tapi juga di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak di Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.Dari tahun 1963-1970, Gus Kikin menerima pendidikan formal di Madrasah Ibtida'iyah Parimono. Ia kemudian bersekolah di SMP Negeri 1 Jombang dari tahun 1971-1973.
Kemudian menimba ilmu di SMA Negeri 2 Jombang dari tahun 1974-1977. Gus Kikin lalu pergi ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta pada 1975-1979. Pada 2013, ia melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka, di jurusan komunikasi.
Meraup 472 Suara
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru.
Terpilihnya Gus Kikin ini melalui sejumlah proses yang terjadi di muktamar. Awalnya, para muktamirin menggelar pemilihan suara untuk menyaring lima besar calon Ketum PBNU. Dari perolehan itu, Gus Kikin meraih peringkat pertama dengan 472 suara.
Empat calon Ketum PBNU lainnya yang meraih suara teratas ialah KH Zulfa Mustofa (262 suara), KH Abdussalam Sochib (261 suara), KH Yahya Cholil Staquf (258 suara), dan KH Abdul Ghofar Rozin (155 suara). Kelima nama tersebut dilaporkan kepada anggota Ahlul Halil Wal Aqdi (AHWA).
Sembilan kiai anggota AHWA kemudian menggelar musyawarah secara tertutup pagi ini mulai pukul 06.20 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Hasil musyawarah itu kemudian memutuskan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketum PBNU yang baru.
Selain Gus Kikin sebagai Ketum PBNU, sidang pleno muktamar juga menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU.
Penutupan muktamar ke-35 NU akan digelar hari ini. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir. (dbs/inilampung)

