INILAMPUNGCOM --- Dunia kepariwisataan Provinsi Lampung semakin menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Salah satunya rencana mengembangkan Teluk Nipah di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, sebagai kawasan wisata kelas premium.
Hari Selasa kemarin, 18 Agustus 2026, digelar rapat koordinasi sekaligus meninjau lokasi Teluk Nipah oleh berbagai pihak terkait.
Mulai dari pejabat Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemprov Lampung -diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Mulyadi Irsan dan Kepala Dinas Parekraf Tony Ferdinansyah-, Pemkab Lampung Selatan, BPN, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PTPN I, beserta beberapa pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, menjelaskan, Teluk Nipah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pariwisata premium dan terpadu dengan memanfaatkan potensi pesisir, laut, perbukitan, tebing, perkebunan, budaya, serta komoditas lokal.
"Pengembangan kawasan diarahkan secara bertahap dengan memperhatikan aspek pariwisata, lingkungan, pertanahan, aset, investasi, dan keberlanjutan," kata Tony Ferdinansyah, Rabu siang, 19 Agustus 2026.
Ditambahkan, di kawasan Teluk Nipah direncanakan pengembangan hotel berbintang, restoran, fasilitas rekreasi, kawasan komersial, serta kawasan tepi pantai yang mendukung konsep destinasi premium. Juga fasilitas MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) akan dibangun di kawasan itu.
"Konsep wellness tourism juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan Teluk Nipah, dengan memanfaatkan suasana alam dan lingkungan pesisir untuk menghadirkan aktivitas relaksasi, kesehatan, kebugaran, dan pengalaman wisata yang nyaman bagi pengunjung," lanjut Tony.
Ia menjanjikan, potensi alam dan budaya Lampung Selatan akan menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan Teluk Nipah.
*Manfaatkan Perkebunan PTPN I
Di sisi lain, potensi perkebunan PTPN I juga dapat dikembangkan melalui agrowisata dan wisata edukasi, seperti kunjungan perkebunan, pengenalan proses produksi, serta pengembangan produk dan kuliner berbasis komoditas lokal.
"Konsep from farm to table dapat diterapkan dengan menghadirkan hasil pertanian dan perkebunan sebagai bagian dari pengalaman wisata," ucap Tony.
Menurutnya, saat ini ITDC melakukan kajian kelayakan dan penyusunan konsep pengembangan kawasan secara bertahap. Prosesnya meliputi pendalaman aspek lahan, aset, kegiatan pertambangan dan perkebunan, regulasi, skema kerja sama, serta investasi.
Ditegaskan Tony Ferdinansyah, Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Selatan mendukung rencana pengembangan Teluk Nipah melalui koordinasi dan fasilitasi sesuai kewenangan. (zal/inilampung)

