![]() |
| Prof. Rudy, SH, LL.M, LL.D mendaftar Pemilihan Rektor Unila periode 2027-2031 (ist/inilampung) |
INILAMPUNGCOM - Prof. Rudy, SH, LL.M, LL.D, memenuhi janjinya. Jum'at siang, 28 Agustus 2026, ia resmi mendaftarkan dirinya sebagai peserta Pemilihan Rektor Universitas Lampung periode 2027-2031.
Didampingi dua advokat kondang: Elza Syarief dan Farhat Abbas -yang menurut Prof. Rudy selama ini mempunyai kedekatan tersendiri-, akademisi low profile kelahiran Telukbetung 4 Januari 1981 itu menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia Pilrek Unila di Lantai 3 Gedung Rektorat.
Cukup lama proses verifikasi berkas yang dijalani Prof. Rudy, hingga akhirnya dinyatakan lengkap.
"Alhamdulillah, berkas pendaftaran saya telah dinyatakan lengkap oleh panitia," ucap mantan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila itu, dengan wajah berbinar.
Lalu apa yang menjadi prioritas praktisi hukum tata negara yang pernah menjadi narasumber ahli RUU Kepolisian dan RUU BUMN itu? "Prioritas utama saya jika diberi amanah sebagai Rektor Unila adalah meningkatkan kesejahteraan dosen," tegas Prof. Rudy.
Menurut Saksi Ahli Presiden di Mahkamah Konstitusi Tahun 2026 ini, dengan peningkatan kesejahteraan yang nyata, akan memberi kenyamanan bagi kalangan dosen dalam menjalankan tugasnya.
"Sehingga akan tidak banyak lagi kawan-kawan dosen harus bekerja di luar yang tidak berkaitan dengan keilmuannya," tutur mantan Ketua Pusat Studi Hukum dan Pengembangan Universitas Lampung itu dengan serius.
Jika prioritas utama internal adalah meningkatkan kesejahteraan dosen melalui memperbanyak kegiatan riset, prioritas yang menyentuh eksternal adalah internasionalisasi Unila.
"Kita akan bangun dan mantapkan kerja sama dengan berbagai pihak dunia internasional. Bukan hanya untuk semakin menguatkan kapasitas keilmuan para dosen tetapi juga memberi dampak materiil bagi pengembangan Unila ke depan," kata akademisi dan peneliti yang selama ini aktif pada Asian Law and Society dan East Asian Law and Society Forum itu.
Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unila yang dikenal memiliki jaringan akademik internasional cukup mengakar khususnya di Jepang dan Eropa ini berharap, Unila dapat berkembang pesat ke depannya melalui tata kelola yang tersistem, transparan, dan akuntabel.
Prof. Rudy juga menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses pemilihan Rektor Unila periode 2027-2031 yang telah disusun panitia.
"Agenda yang terdekat adalah pemeriksaan kesehatan. Tentu saya akan mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan panitia dengan sebaik-baiknya," ujar dia.
Diketahui, Prof. Rudy, SH, LL.M, LL.D, menyelesaikan pendidikan S1 -SH- di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1999-2003), gelar LL.M (Master of Laws) diraihnya dari Law and Development Kobe University, Jepang (2005-2007), dan gelar LL.D (Doctor of Laws) juga dari Kobe University, Jepang (2009-2012).
Sedangkan bidang keahlian Prof. Rudy, diantaranya hukum tata negara, hukum pemerintahan daerah, hukum perundang-undangan, perancangan peraturan perundang-undangan, konstitusi, teori hukum, hukum pemilu dan pilkada, dan perbandingan tata negara.
Sampai saat ini, ia masih memegang beberapa posisi strategis. Diantaranya Kepala Divisi Akademik Pengurus Pusat APHTN-HAN, Ketua Pengurus Daerah Asosiasi Dosen HTN-HAN Provinsi Lampung, dan Ketua Komisi Hukum MUI Provinsi Lampung.
Dengan mendaftarnya Prof. Rudy, berarti ada empat orang kandidat bakal calon Rektor Unila pengganti Prof. Lusmeilia Afriani. Dimana dua pekan sebelumnya telah tiga orang yang mendaftarkan dirinya, yaitu Prof. Warsito, Dr. Budiyono, SH, MH, dan Prof. Dr. dr. Asep Sukohar.
Proses pendaftaran bakal calon Rektor Unila sendiri akan berlangsung hingga tanggal 4 September 2026 mendatang. Dan bisa saja muncul kandidat lain yang juga akan mendaftar dalam kontestasi Pilrek Unila. (kgm-1/inilampung)

