INILAMPUNGCOM --- Dunia pendidikan tinggi di negeri ini heboh. Kamis petang, 20 Agustus 2026, Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purworejo, Jawa Tengah, Prof. Akhmad Sodiq, dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Prof. Akhmad Sodiq yang menjabat Rektor Unsoed sejak 2022, tidak sendirian terkena operasi tangkap tangan (OTT) Tim KPK. Belasan akademisi koleganya kini "termehek-mehek" karena ikut diangkut aparat KPK.
Menurut jurubicara KPK Budi Prasetyo, ada 14 orang yang dicokok KPK terkait kasus dugaan penerimaan dana oleh penyelenggara negara dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed tersebut.
"Dari 14 orang tersebut, 12 diamankan di Purworerjo, Jawa Tengah, dua lainnya di Jakarta," kata Budi Presetyo.
Ke-12 orang pejabat Universitas Jenderal Soedirman yang diamankan di Purworejo, menjalani pemeriksaan di Mapolres Banyumas, sedang yang ditangkap di Jakarta, langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Kuningan.
Lalu siapa Prof. Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed, yang sampai Jum'at siang, 21 Agustus 2026, masih menjalani pemeriksaan? Dilansir dari laman Unsoed, Akhmad Sodiq diketahui menempuh pendidikan jenjang S1 di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.
Ia kemudian melanjutkan studi S2 di George-August University pada bidang Animal Science, sebelum akhirnya meraih gelar doktor (S3) di Kassel University dengan bidang keilmuan yang sama.
Selama kariernya, Akhmad Sodiq tercatat mengantongi sejumlah penghargaan. Ia pernah menerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2017, serta Unsoed Award Bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
*Ukir Prestasi Dosen Teladan
Ia juga beberapa kali dinobatkan sebagai dosen berprestasi, di antaranya Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed tahun 2009, Dosen Berprestasi II Universitas Jenderal Soedirman tahun 2009, serta Dosen Berprestasi Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Peternakan Unsoed.
Selain itu, namanya tercatat sebagai Dosen Berprestasi III Universitas Jenderal Soedirman tahun 2006 sekaligus Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed tahun 2006.
Di luar dunia akademik, Akhmad Sodiq juga aktif dalam berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah, sekaligus pernah menjabat Ketua Cabang ISPI Jawa Tengah 2.
Akhmad Sodiq pun menduduki posisi Dewan Pakar I Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), serta Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD) Jawa Tengah, serta Dewan Pembina Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed.
Di lingkup organisasi keagamaan, namanya juga tercatat sebagai A'wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, sekaligus menjabat di Dewan Kehormatan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Banyumas.
Kini, reputasi dosen berprestasi itu hancur total. Bahkan, nama besar Universitas Jenderal Soedirman pun menjadi tercemar. (zal/inilampung)

