-->
Cari Berita

Breaking News

PTPN I Rayakan Kemerdekaan, Pedagang Kecil Ikut Menikmati Manfaat Ekonomi

Dibaca : 0
 
Senin, 17 Agustus 2026

INILAMPUNGCOM — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi karyawan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil.


Melalui rangkaian kegiatan kemerdekaan di seluruh unit kerja, mulai dari delapan regional hingga puluhan unit kebun, PTPN I melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka.


Para pedagang UMKM diberikan ruang untuk membuka stan di lokasi kegiatan. Sementara karyawan dan keluarga yang mengikuti upacara serta perlombaan mendapatkan kupon yang dapat ditukarkan dengan makanan maupun produk yang dijual para pelaku usaha.


Ratusan UMKM binaan PTPN I antusias mengikuti kegiatan tersebut. Beragam produk ditawarkan, mulai dari kuliner khas daerah, makanan dan minuman, kerajinan tangan, hingga produk olahan pertanian dan perkebunan.


Samsudin, pedagang siomay yang berjualan di Kompleks PTPN I Regional 7 Bandar Lampung, mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut. Selama dua hari berjualan, dagangannya habis dibeli karyawan melalui sistem kupon.


“Senang sekali. Dagangan kami dibeli oleh PTPN I melalui karyawan yang diberi kupon. Kupon itu kami tukarkan ke kantor perusahaan. Alhamdulillah, dagangan habis dan mendapat keuntungan lumayan,” ujar Samsudin, Senin (17/8/2026).


Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, pelibatan UMKM merupakan bentuk komitmen perusahaan agar setiap kegiatan yang digelar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.


“UMKM adalah mitra tumbuh PTPN I. Pada momentum kemerdekaan ini kami tidak hanya memberikan ruang promosi, tetapi juga memastikan produk mereka terserap pasar,” katanya.


Menurut Abdul Rivai, pemberdayaan UMKM melalui penyediaan ruang pemasaran menjadi bagian dari agenda perusahaan dalam setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI.


“Setiap tahun kami membuka ruang bagi UMKM binaan untuk berjualan di lingkungan perusahaan. Tahun ini, rata-rata UMKM mampu meraih omzet sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta dalam satu hari kegiatan,” ujarnya.


Ia menilai kolaborasi antara BUMN dan UMKM dapat menciptakan dampak ekonomi secara langsung, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil.


Acong, salah seorang pelaku UMKM kuliner binaan PTPN I, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.


“Ini kali ketiga saya mengikuti Gebyar UMKM PTPN I. Biasanya dagangan habis sore hari, tetapi kali ini sebelum pukul 10.30 WIB seluruh produk sudah ludes,” katanya.


Hal serupa disampaikan Sugeng, pelaku UMKM asal Surabaya yang mengikuti kegiatan di Regional 5. Menurutnya, penyediaan stan dan promosi dari perusahaan sangat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada konsumen.


PTPN I menegaskan, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Pemberdayaan UMKM menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendorong ekonomi kerakyatan dan memperluas peluang usaha.


Bagi PTPN I, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kemampuan menciptakan nilai tambah yang dirasakan masyarakat. (mfn/rls)

LIPSUS