INILAMPUNGCOM --- Rencana pengembangan Trans-Sumatera Railway telah bergulir, meski realisasinya masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, beragam pandangan dari banyak pihak, telah naik kepermukaan. Salah satunya dari tokoh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung, Muhammad Ghofur.
Melalui siaran pers yang dikirimkan Rabu malam, 5 Agustus 2026, Muhammad Ghofur yang sehari-hari menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung ini menilai, rencana pengembangan Trans-Sumatera Railway merupakan momentum strategis untuk mengubah posisi Lampung dari daerah transit menjadi pusat logistik dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.
Menurut Ghofur, pembangunan jaringan kereta api lintas Sumatera tidak boleh dipandang hanya sebagai proyek transportasi, tetapi harus menjadi instrumen pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Lampung memiliki posisi geografis yang sangat strategis sebagai gerbang Pulau Sumatera. Karena itu pembangunan jaringan kereta harus mampu memperkuat distribusi hasil pertanian, mempercepat logistik, menekan biaya transportasi, dan membuka pusat-pusat ekonomi baru," kata politisi senior PKS itu.
Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Ghofur menjelaskan bahwa pengembangan perkeretaapian memiliki landasan kuat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang menegaskan fungsi kereta api sebagai sarana mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan konektivitas nasional.
Ia menilai, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada integrasi antarmoda transportasi, khususnya konektivitas antara: Jalur kereta api, Pelabuhan Panjang, kawasan industri, sentra produksi pertanian, terminal barang, bandara; serta kawasan logistik.
Muhammad Ghofur juga mengingatkan agar setiap tahapan pembangunan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan, termasuk proses pembebasan lahan yang adil, perlindungan masyarakat terdampak, keselamatan perlintasan sebidang, serta penyusunan analisis dampak lingkungan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua DPD PKS Lampung Tengah yang aktif mendorong pembangunan daerah itu menilai, proyek strategis harus menghasilkan efek berganda bagi perekonomian lokal.
Berikan Rekomendasi
Muhamnad Ghofur Oleh memberikan rekomendasi agar Pemprov Lampung bersama pemerintah pusat segera menyusun beberapa hal, yaitu:
1. Peta konektivitas kawasan industri dan pelabuhan.
2. Masterplan logistik daerah berbasis kereta api.
3. Roadmap pengembangan kawasan ekonomi baru di sekitar stasiun.
4. Skema pemberdayaan umkm dan pelaku usaha lokal agar memperoleh manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur.
"Keberhasilan pembangunan tidak diukur dari panjang rel yang dibangun, tetapi dari berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, biaya logistik yang turun, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat Lampung," ucapnya.
Sebagai Anggota Fraksi PKS DPRD Lampung, Ghofur menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Lampung. (zal/inilampung)

