INILAMPUNGCOM --- Boleh jadi, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tahu persis bahwa berdasarkan data BPS, per Februari 2026 angkatan kerja di daerah ini sebanyak 5,12 juta orang, dimana 4,91 juta sudah bekerja, sisanya sekitar 202 ribu orang masih menganggur. Karenanya, ia pun tidak tanggung-tanggung dalam memancangkan target mengatasi masalah ketenagakerjaan tersebut.
Apa target tidak tanggung-tanggung Gubernur Mirza terkait tenaga kerja (naker) itu? Dikatakan, Pemprov Lampung menargetkan pengiriman 15 ribu tenaga kerja terampil ke luar negeri setiap tahun melalui program Migran Vokasi.
Dan salah satu negara tujuan utamanya adalah Jerman, yang membutuhkan tenaga kerja di berbagai sektor formal.
Target tidak tanggung-tanggung tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menerima audiensi jajaran Sieger Lingua International bersama Santri Entrepreneur Indonesia di Ruang Rapat Sakai Sambayan, hari Rabu lalu, 29 Juli 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan Sieger Lingua International Mofaje S Caropeboka, pimpinan Santri Entrepreneur Indonesia Tri Joko Margono, serta 20 peserta penerima beasiswa pelatihan bahasa Jerman.
Mirza menegaskan, pembangunan daerah harus berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kekayaan alam tidak akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa didukung SDM yang kompeten.
"Rumus kemajuan peradaban tetap sama, yaitu perbaikan SDM. Potensi sumber daya alam tidak akan optimal tanpa kualitas manusia yang baik," kata dia.
Dijelaskan Mirza, setiap tahun Lampung melahirkan puluhan ribu lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi, sementara daya serap lapangan kerja di dalam negeri masih terbatas. Karena itu, pemerintah daerah mendorong pembukaan akses kerja di sektor formal luar negeri melalui program Migran Vokasi.
Mirza pun menegaskan, Pemprov Lampung menargetkan pengiriman hingga 15 ribu tenaga kerja formal setiap tahun dalam lima tahun mendatang. Sektor yang menjadi prioritas antara lain tenaga kesehatan dan teknisi.
"Kami ingin mengubah paradigma pekerja migran dari sektor informal menjadi tenaga kerja formal yang memiliki keterampilan. Tantangan utamanya adalah penguasaan bahasa dan kesiapan mental," ucapnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Lampung berkomitmen memfasilitasi sarana pelatihan bahasa Jerman serta mendorong kerja sama dengan akademi keperawatan dan perguruan tinggi agar mahasiswa tingkat akhir dapat mengikuti pelatihan bahasa dan keterampilan sebelum lulus.
Beri Program Beasiswa
Sementara Sieger Lingua International dan Santri Entrepreneur Indonesia menyampaikan bahwa program beasiswa yang mereka jalankan tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan bahasa Jerman hingga level B1, tetapi juga menyediakan asrama gratis serta pembinaan karakter, keagamaan, dan kewirausahaan.
Kedua lembaga itu juga mengusulkan penambahan tenaga pengajar bahasa Jerman agar kapasitas peserta pelatihan dapat ditingkatkan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov Lampung berharap semakin banyak tenaga kerja (naker) asal Lampung mampu bersaing di pasar kerja internasional sekaligus membawa pengalaman, keterampilan, dan modal untuk mendukung pembangunan daerah setelah kembali ke Indonesia. (kgm-3/inilampung)

