![]() |
| Hanan A. Rozak |
Empat anggota tim melakukan walk-out, dan menuding adanya intervensi keputusan formatur.
Salah satu Tim Formatur, Darma Edi Tabrani mengatakan, rapat tim formatur yang diberi mandat menyusun pengurus Golkar Bandar Lampung periode 2026 - 2031 tidak fair.
"Masak kami disuruh tanda-tangan tanpa ditunjukkan berkas lengkapnya," kata Darma.
M.Rifai, anggota Tim Formatur lain menimpali dengan nada emosi. "Buat apa dibentuk tim formatur kalau SK pengurusan tidak diperlihatkan kepada masing-masing anggota tim formatur," ujar Rifai.
Sesuai daftar yang diajukan, komposisi pengurus DPD Golkar Bandar Lampung periode 2026-2031, berjumlah 116 orang. Tim formatur melampir tanda tangan daftar absen rapat, belum setuju soal draf pengurus.
Tinggal Tunggu Pelantikan
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Hanan A. Rozak membantah Musda berakhir deadlock.
"Enggak ada deadlock. Musda sudah selesai, mulai dari pembukaan, sidang pleno terakhir. Pembentukan pengurus sudah selesai, sudah kita SK-kan. Tinggal menunggu pelantikan," kata Hanan.
Menurut Hanan, penyusunan nama-nama pengurus merupakan bagian dari kewenangan tim formatur berdasarkan kesepakatan.
"Itu urusan formatur, yang bawa nama-nama berdasarkan kesepakatan," ujar Hanan A. Rozak, Senin (21/9/2026).
Hanan berharap kepengurusan Golkar Bandar Lampung dapat segera menjalankan kerja-kerja politik untuk memperkuat perolehan kursi partai.
"Golkar kan partai politik, harapannya dapat melakukan kerja-kerja politik agar Golkar Bandar Lampung lebih berjaya. Berjaya itu adalah dengan kursi DPRD nya bertambah," kata Hanan.
Ia menambahkan, pelantikan lebih bersifat seremonial dan bukan menjadi penentu sahnya kepengurusan.
Berebut Posisi Sekertaris dan Bendahara
Ketegangan rapat Tim Formatur berawal saat penentuan jabatan Sekretaris dan Bendahara. Rycko Menoza menghendaki nama Mashudi untuk posisi sekretaris, sementara Hanan A. Rozak ( anggota formatur dari unsur DPD Golkar Provinsi Lampung) menyodorkan nama lain, yakni Benny Halomoan Nauly dan Bendahara Muhammad Arisman Akbar.
Rapat pun alot dan penuh ketegangan. Puncaknya adalah, beberapa formatur ogah tandatangan, karena berkas di ajukan Hanan A. Rozak tidak boleh dibuka.
Mendengar, tim formatur gagal membuat kesepakatan, 20 ketua PK meninggalkan arena Musda. Rycko juga "kabur" meninggalkan kantor Golkar sekitar pukul 16.00 WIB, yang membuat Musda bubar tanpa ada penutupan.
Tim formatur terdiri dari :
1. Rycko Menoza ketua
2. Hanan rozak
3. M. Rifai (PK Kedamaian)
4. Samsir ( PK Rajabasa)
5. Darma Edi Tabrani ( Hasta Karya).
Rycko Tetap Ketua Golkar Bandar Lampung
Sekretaris DPD Golkar Lampung Aprozi Alam mengatakan Musda Golkar Bandar Lampung tidak batal, tetapi masih proses penyusunan pengurus yang tertunda.
"Keputusan Musda Pak Rycko Menoza, sudah sah sebagai Ketua Golkar terpilih. Tinggal melengkapi kepengurusan," kata Aprozi Alam.
Tentang konflik di Musda, dan ketegangan saat penentuan jabatan sekretaris dan Bendahara, Aprozi Alam menyebut hal itu sebagai dinamika biasa dalam berdemokrasi di Golkar. "Ah, itu dinamika dalam Musda, nanti yakin akan ada jalan terbaik,"
Aprozi Alam menolak disebut deadlock, karena proses pemilihan ketua sudah dinyatakan selesai. Tinggal melengkapi kepengurusan lain saja. (zal/inilampung)


