![]() |
| Ilustrasi |
Suap lahan HGU PT Sumarecon Agung Tbk dan peredaran uang di Muktamar NU kini berada di tengah dua isu yang kini berkelindan, dan bermuara Nusron Wahid -- Menteri ATR/BPN -- yang tengah jadi sorotan publik.
Yang mengejutkan, salahnya isu dua Toyota Land Cruiser yang mengangkut uang Rp180 miliar untuk dibagikan ke arena Muktamar NU.
Pembawa kabar tentang uang tersebut adalah Khalilur R. Abdullah Sahlawy alias Gus Lilur, sosok kiai NU yang belakangan makin viral.
Ungkapan Gus Lilur menjadi bola panas -- dibalik penyelidikan kasus HGU PT Summarecon Agung Tbk.
Tumpukan uang Rp480 miliar tersebut dibawa dari Jakarta oleh orang-orang Nusron menuju Jombang menggunakan dua Toyota Land Cruiser.
"Land Cruiser ini naik towing, jadi Land Cruiser ini bukan jalan sendiri, naik towing. Jadi dua Land Cruiser, dua towing. Berangkat dari Jakarta dibawa ke Jombang," kata Gus Lilur.
Ia menyebut masing-masing kendaraan membawa uang sekitar Rp240 miliar.
Gus Lilur mengaku informasi mengenai perjalanan uang itu diperolehnya secara informal saat bertemu sejumlah penyidik KPK.
Menurut dia, dua Land Cruiser diberangkatkan dari kawasan selatan-timur Jakarta dengan membawa uang sekitar Rp480 miliar. Mobil tersebut tidak melaju sendiri ke Jombang, tetapi dinaikkan ke kendaraan towing.
"Secara informal mereka menjelaskan bahwa ada dua mobil Land Cruiser yang berangkat dari satu tempat di Selatan-Timur Jakarta," kata Gus Lilur dalam program Madilog Forum Keadilan.
Gus Lilur juga mengatakan informasi yang diterimanya disebut berasal dari keterangan pihak-pihak yang terjaring OTT KPK serta hasil pemeriksaan digital terhadap telepon seluler yang diamankan penyidik.
Dari total Rp480 miliar tersebut, Gus Lilur membeberkan pembagian sumber dana yang ia dengar.
Sekitar Rp150 miliar disebut berasal dari oknum institusi berinisial P. Sebanyak Rp150 miliar lainnya dari oknum institusi berinisial B.
Sisanya, Rp180 miliar, dikaitkan langsung oleh Gus Lilur dengan Nusron.
"Nah, Rp180 (miliar) itu dikabarkan kreasinya NW. Ya, NW itu Nusron Wahid," ungkap Gus Lilur.
Nusron sendiri bukan orang luar dalam peristiwa Muktamar ke-35 NU, Jombang. Dia bahkan, menjadi salah satu calon ketua umum PBNU.
Dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum PBNU, Nusron memperoleh 207 suara dan masuk lima besar. Namun, ia tidak dapat melanjutkan pencalonan setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat administratif karena posisinya sebagai menteri dikategorikan sebagai jabatan politik.
Muktamar ke-35 NU berlangsung di Jombang pada 27–31 Agustus 2026.
Cerita Gus Lilur tidak berhenti pada perjalanan dua Land Cruiser. Ia juga mengaitkan dugaan peredaran uang dengan perebutan suara dalam Muktamar NU. Menurut hitungannya, jika masing-masing Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah PCNU menerima Rp500 juta, kebutuhan dana untuk sekitar 400 cabang bisa mencapai Rp400 miliar.
![]() |
| Gus Lilur alias HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy |
Siapa Gus Lilur
Kisah pribadi Gus Lilur belum banyak ditulis media. Namun, hasil penulusan inilampung.com, nama Gus Lilur memiliki benang merah dengan sebuah musholla atau langgar di Desa Kayuputih, Situbondo yang menyimpan jejak sejarah besar Islam di ujung timur Jawa.
Pada tahun 1825, bangunan Masjid atau langgar tersebut adalah milik Kyai Raden Mas Su’ud. Kyai Raden Mas Su’ud dikenal sebagai ulama ahli tauhid, teologi, sekaligus kanuragan. Dan, Gus Lilur ini adalah Cicit dari Kyai Raden Mas Su'ud.
Saat ini, di Situbundo, nama Gus Lilur dikenal sebagai pengusaha, penulis buku, aktivis sosial, dan tokoh muda NU yang berani menyuarakan berbagai persoalan bangsa.
Dia tamatan Pondok Pesantren Denanyar, Jombang. Maka wajar, Gus Lilur tak pernah melepas identitasnya sebagai santri kampung diberbagai aktivitas, termasuk didunia bisnis.
Di dunia usaha, kiprah Gus Lilur terbilang lintas sektor. Namanya ada dalam sejumlah kegiatan bisnis mulai dari pertambangan, pertanian, pangan, tembakau dan rokok hingga perikanan. belakangan, dia juga mulai terjun bisnis budidaya laut.
Melalui kelompok usaha yang disebut Balad Group, Gus Lilur mendorong pengembangan budidaya dan bisnis perikanan dengan orientasi pasar yang lebih luas, termasuk membuka peluang kerja sama dengan mitra dari luar negeri.
Salah satu jargon filosofis, dan sering diucapkan adalah: DABATUKA dan BAKIRA. DABATUKA merupakan akronim dari demi Allah, bumi aku taklukkan untuk kemanusiaan, sementara BAKIRA dimaknai sebagai bandar Kyai Nusantara.
Pemilik nama asli HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy tersebut tahun 2023 lalu dinobatkan oleh Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) sebagai Tokoh muda Nahdliyin tahun 2023. Penghargaan bergengsi tersebut sebagai apresiasi atas kepeduliannya terhadap rakyat miskin.
"Saya sudah NU sebelum lahir karena Bapak dan Ibu saya NU. Bapak dan Ibu saya sudah NU sebelum lahir, karena Kakek dan Nenek saya NU. Kakek dan Nenek saya sudah NU sebelum lahir," kata Gus Lilur dalam sebuah kesempatan. (kgm/inilampung).



