![]() |
| Sufmi Dasco Ahmad |
INILAMPUNGCOM ---Temuan Ombudsman RI tentang ada fasilitas mewah di lapas kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat mendapat reaksi DPR RI.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mengaku telah meminta Komisi III DPR untuk mendalami temuan Ombudsman RI terkait sejumlah fasilitas mewah di Lapas kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Dasco mengaku baru mendengar informasi tersebut lewat sejumlah pemberitaan media baru-baru ini.
"Saya juga baru tahu dari media dan kemudian tadi kita sudah sampaikan kepada komisi teknis, dalam hal ini Komisi III, yang bermitra dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk kemudian dalam fungsi pengawasan akan mendalami hal tersebut," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (24/9).
Ombudsman Republik Indonesia menemukan sejumlah fasilitas yang disebut berstandar apartemen di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Temuan ini diperoleh saat pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) kedua pada tahun 2026, setelah sebelumnya pada sidak pertama Ombudsman tidak diberikan akses untuk masuk ke area lapas.
Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin, menyebut fasilitas tersebut berada di bagian belakang kompleks lapas dan terpisah dari blok hunian warga binaan pada umumnya.
Posisi bangunan "kelas sultan" atau apartemen tidak dari rumah dinas Kepala Lapas Kelas IIA. Rumah mewah dengan fasilitas lengkap ini diduga dihuni warga binaan.
Setidaknya ada 10 kamar tahanan di Lapas Cibinong yang memiliki fasilitas di luar standar kelayakan narapidana.Kamar-kamar tersebut dilengkapi dengan perabotan layaknya hunian pribadi, mulai dari ruang tamu, dapur, televisi, hingga kulkas.
Dalam video yang beredar dan diterima inilampung.com, anggota Ombudsmen RI Fikri Yasin, terlibat cek-cok adu mulut dengan petugas Lapas, saat menjalankan aksi sidak, hari Rabu, 23 September 2026 lalu.
Tim Ombudsman, kata Fikri Yasin sempat dihalang-halangi, bahkan terjadi aksi saling dorong.
Anggota Ombudsman lai, Syafrida Rachmawati, menyebut saat sidak melihat adanya beberapa rumah petak kayak vila mini, fasilitas lengkap dan juga dihuni warga binaan. "Kami wawancara langsung," kata Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati.
Bangunan mewah tersebut juga rencananya akan dibangun pusat kebugaran hingga mini golf.
"Lagi dibangun fasilitas gym, dan ada rencana pembangunan shelter untuk golf mini. Kita tanya petugasnya ya," ucapnya.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) telah menurunkan tim ke lokasi untuk mengecek langsung temuan Ombudsman. Direktur Ditjenpas Irjen Pol Mashudi mengatakan Ditjenpas mendapat laporan adanya fasilitas mewah mulai dari mini golf, pusat kebugaran hingga apartemen.
"Pemeriksaan apa yang disampaikan Ombudsman ada apartemen," katanya. (zal/dbs/inilampung)



