![]() |
| Puluhsn mobil di beberapa lokasi di Bandar Lampung diparkir mulai tampak tumbuhan debu yang diduga akibat dari anak Gunung Krakatau, Sabtu (6/9/2026) |
INILAMPUNGCOM --- Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) menangani dampak debu vulkanik Gunung Kratau yang kini mulai menyentuh rumah warga Bandar Lampung.
"Atas arahan Ibu Wali Kota, kami bersama BPBD melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan protokol. Ini sebagai langkah penanggulangan untuk mengurangi efek debu vulkanik yang beterbangan dan mengganggu masyarakat," ujar Kepala Dinas Damkarmat Bandar Lampung Antoni Irawan, Sabtu
Bahkan, malam ini sejumlah armada dikerahkan untuk menyemprotkan air di ruas-ruas jalan protokol. Langkah ini dilakukan untuk membasahi debu yang menempel di permukaan jalan sehingga tidak mudah kembali beterbangan.
Kepala Dinas Damkarmat Bandar Lampung Antoni Irawan mengatakan penyemprotan dilakukan setelah mendapat arahan dari Eva Dwiana.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terjadi sejak Sabtu (5/9) dini hari hingga Minggu, dini hari. Abu vulkanik tersebut, terbawa angin ke arah barat.
Debu vulkanik sudah merata di Bandar Lampung. Kemiling, Gedung Meneng (Rajabasa), Puluhan Warga di Kelurahan Gedong Meneng, Rajabasa, Sukarame, Teluk Betung -- terpaksa menutup pintu rapat rumah-rumahnya.
Lantai setiap depan rumah milik warga, bertaburan debu vulkanik.Tidak sedikit warga, bahkan yang menyiramkan air tengah malam, karena lantai didepan rumah mereka terjadi penumpukan debu.
Sementara pemerintah kota Bandar Lampung, seperti yang disampaikan Antony Irawan --- diingatkan memperhatikan kondisi kesehatan. Mereka yang mengalami gangguan pernapasan atau gejala infeksi saluran pernapasan akut setelah terpapar debu vulkanik diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Puskesmas yang tersebar di wilayah Bandar Lampung disiapkan untuk memberikan layanan kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan debu.
Selain menggunakan masker saat berada di luar ruangan, warga diminta berhati-hati ketika berkendara. Debu vulkanik dapat mengganggu kualitas udara dan jarak pandang. Debu yang menempel di jalan juga berpotensi membuat permukaan jalan menjadi licin.
Natar Terdampak
Selain Bandar Lampung, bahkan debu dilaporkan mulai masuk ker umah-rumah warga pinggiran kota seperti di Natar, Lampung Seralah.
Heny Joko Haryono, warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan jmengaku sejak menjelang magrib, dampak debu vulkanik mulai terasa. "Rumah ku sudah penuh debu Bang. Warga sudah mulai banyak yang sesak nafas, dan ramai-ramai mulai keluar rumah untuk membeli masker," kata Heny Joko. (kgm/inilampung)
Sementara pemerin


