-->
Cari Berita

Breaking News

DPD Gerindra Lampung Beri Sinyal Bakal Panggil Yunika: Skandal Dugaan Penggelapan Mobil Rental

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Senin, 21 September 2026

Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Riuh-rendah kabar dugaan penggelapan mobil rental dan belum ditunaikan kewajiban biaya sewa Rp1,16 miliar yang dialamatkan kepada Yunika Indahayati, Bendahara DPC Partai Gerindra Kota Bandar Lampung, akhirnya mendapat perhatian DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung.


Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, memberi sinyal tidak menutup kemungkinan Yunika akan dipanggil pihaknya guna menjelaskan perkara yang menjadi perhatian publik Lampung tersebut.


"Nanti kita objektif. Tapi saya belum mendapatkan update dan duduk ceritanya juga belum tahu. Nanti mungkin kita akan panggil yang bersangkutan untuk bisa menjelaskan dengan partai," kata Ahmad Giri Akbar, Senin siang, 21 September 2026, sebagaimana dikutip dari lampunggehnews.com.


Ditegaskan Giri -yang juga Ketua DPRD Provinsi Lampung- bahwa DPD Partai Gerindra perlu mendapat penjelasan langsung dari Yunika sebelum menentukan sikap atas persoalan yang melilit Bendahara DPC Partai Gerindra Kota Bandar Lampung itu.


Meski terkesan sangat hati-hati dalam menanggapi persoalan dugaan penggelapan mobil rental yang disebut melibatkan Yunika Indahayati -anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandar Lampung-, namun sikap yang diambil Giri ini telah "menyelamatkan" nama baik partai di mata publik. Sayangnya, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bandar Lampung, Bernas, sebagai pimpinan langsung dari Yunika justru terkesan menghindar saat dimintai pendapatnya.


Dengan pernyataan Ahmad Giri Akbar itu menegaskan bahwa Partai Gerindra Provinsi Lampung tidak berdiam diri saat ada tokohnya bermasalah dengan hukum. Meski diakui Yunika jika apa yang dilakukannya atas nama pribadi, tetap saja berdampak pada nama baik Partai Gerindra di mata masyarakat Lampung.


Diketahui, perkara ini telah membuat posisi Yunika semakin terjepit. Hal itu seiring dengan pengakuan pelapor, Muhammad Debbi Diningrat (28), bahwa Senin pagi, 21 September 2026, ia kembali dimintai keterangan lebih dalam oleh penyidik Polda Lampung. Selain itu, ada dua saksi lain yang juga memberikan keterangan.


"Saya juga menyerahkan bukti lain. Di antaranya bukti chat transaksi gadai mobil yang telah diakui langsung oleh penerima gadai," kata Debbi melalui pesan WhatsApp, Senin siang, 21 September 2026.


Tidak hanya itu. Pengusaha rental yang berdomisili di Jalan Terusan M. Yunus No 60, Tanjung Senang, Bandar Lampung, ini juga menyerahkan bukti rekaman video dan suara terlapor yang berkaitan dengan kronologis dan kondisi mobil di tangan penerima gadai.


"Salah satu bukti yang saya serahkan ke penyidik adalah fakta plat mobil yang sudah diganti dari aslinya di tangan penerima gadai," imbuh Debbi.


Ditegaskan, dirinya belum menyetujui adanya pembicaraan menuju perdamaian dalam persoalan ini.


"Saya masih tetap melanjutkan proses hukum yang sedang saya tempuh saat ini," ujarnya.


Terkait adanya laporan M. Debbi Diningrat ke Polda Lampung bernomor LP/B/593/VIII/2026/SPKT/POLDA LAMPUNG tanggal 7 Agustus 2026 dalam perkara dugaan penggelapan mobil rental dan belum ditunaikannya kewajiban biaya sewa Rp1,1 miliar yang dialamatkan kepada dirinya, Yunika Indahayati pada Sabtu petang, 19 September 2926, bertempat di Kantor Hukum Sopian Sitepu, Jln. Ki Maja, Way Halim, telah menggelar jumpa pers didampingi advokat senior Sopian Sitepu.


Saat itu, Ika -panggilan beken Yunika Indahayati- membantah keras dirinya terkait dalam perkara dugaan penggelapan sejumlah mobil rental.


Tidak hanya itu. Ditegaskan, persoalan yang membawa-bawa namanya tersebut murni hubungan pribadi dengan pemilik rental berinisial D, dan tidak berkaitan dengan partai maupun jabatannya sebagai anggota Dewan.


“Ini persoalan pribadi antara Ibu Yunika dengan pemilik rental. Tidak ada hubungannya dengan partai dan tidak ada hubungan dengan jabatan. Ini murni urusan pribadi,” kata Sopian Sitepu, mempertegas pernyataan Ika.


Menurut Sopian, pembayaran atas penggunaan kendaraan juga dilakukan secara rutin. Terkait sejumlah mobil yang disebut dalam laporan digadaikan, pihaknya menyatakan kendaraan tersebut diserahkan dan bukan digelapkan.


“Kami tidak menyatakan mutlak A benar atau B salah. Kami akan menemui saudara D sebagai pemilik rental untuk melihat bagaimana perhitungannya. Kalau ada hal-hal yang kurang, akan kami bicarakan dan selesaikan,” ujarnya.


Sopian Sitepu menegaskan ia akan mengonfirmasi langsung kepada penyidik Polda Lampung.


Perkara Naik ke Sidik


Sementara menurut penelusuran, perkara yang menyeret nama Bendahara Partai Gerindra Kota Bandar Lampung itu saat ini telah naik dari penyelidikan ke penyidikan.


Penyidik Polda Lampung tinggal melengkapi alat bukti untuk gelar perkara dan setelahnya dilakukan pemeriksaan terhadap Yunika Indahayati sebagai terlapor.


Adapun tujuh mobil yang disewa Yunika dari Debbi adalah:

1. Mitsubishi Pajero warna hitam. B 1814 UJM. Tanggal sewa 18 Desember 2025.

2. Toyota Avanza warna putih. B 2016 FOF. Tanggal sewa 3 Februari 2026.

3. Toyota Alphard warna hitam. BE 1984 ALR. Tanggal sewa 10 Februari 2026.

4. Toyota Innova Zenix warna hitam. BE 1825 DQ. Tanggal sewa 14 Maret 2026.

5. Toyota Innova Reborn warna hitam. BE 1407 DM. Tanggal sewa 25 Maret 2026.

6. Toyota Veloz warna silver. BE 1839 AAQ. Tanggal sewa 29 April 2026.

7. Toyota Reborn warna abu-abu. BE 1495 MA. Tanggal sewa 12 Mei 2026.(zal/inilampung)

LIPSUS