INILAMPUNGCOM --- Sehari setelah meneken kerja sama strategis pada puncak HUT ke-35 Lampung Barat, Bupati Parosil Mabsus didampingi Wabup Mad Hasnurin langsung bergerak meninjau Kawasan Wisata Pasar Tematik Lumbok Seminung, Jum'at pagi, 25 September 2026.
Bupati Parosil dan Wabup Mad Hasnurin tidak hanya berdua saja mengecek kawasan wisata strategis yang direvitalisasi menghabiskan puluhan miliar dari APBN pada 2025 itu. Tetapi juga didampingi Plt Asisten Administrasi Umum, Inspektur, Kepala BKAD, Kepala Bapenda, Kadis LH, Kadis Kopdag, Kadis Nakerin, Kadis Kominfo, Kadis PUPR, Plt. Kadis Porapar, serta Direktur Operasional PT Eljohn, Edi Sukamto.
Peninjauan dilakukan menyusuri aset-aset Pemkab Lampung Barat di kawasan tepi Danau Ranau tersebut. Mulai dari Hotel Resort Lumbok Seminung, Rumah Produksi Sentra IKM Olahan Ikan, Pasar Tematik, Taman Kehati, hingga sejumlah spot wisata.
Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyediaan (KSP) Kawasan Wisata Lumbok Seminung Resort antara Pemkab Lampung Barat dengan PT Eljon pada upacara HUT ke-35 Lampung Barat di Lapangan Pemda, Kamis, 24 September 2026 kemarin.
"Hari ini kita turun langsung untuk mendata dan melihat potensi serta aset-aset yang kita miliki di Lumbok Seminung. Kita ingin memastikan semua aset dalam kondisi terinventarisir dengan baik sebelum dikerjasamakan dan dikelola oleh PT Eljohn," ujar Parosil saat ditemui di lokasi.
Menurut Parosil, kawasan Lumbok Seminung memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi unggulan baru.
"Kita punya hotel resort, punya rumah produksi IKM olahan ikan, punya Taman Kehati, punya pemandangan Danau Ranau yang luar biasa. Ini modal besar. Kalau dikelola secara profesional oleh PT Eljohn, kita yakin Lumbok Seminung akan menjadi destinasi unggulan," ungkapnya.
Ditegaskan, konsep kerja sama tetap mengedepankan kepemilikan aset di tangan pemerintah daerah, sementara manajemen pengelolaan diserahkan kepada pihak profesional.
Parosil menambahkan, kerja sama ini nantinya akan berorientasi pada peningkatan PAD sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.
"Prinsipnya, aset tetap milik pemkab, pengelolaannya yang kita kerjasamakan. Masyarakat sekitar harus tetap menjadi bagian penting, terutama untuk produk UMKM, olahan ikan, dan kesenian. Jadi wisata maju, ekonomi rakyat juga ikut maju. Itulah Beguai Jejama," tutur Parosil. (zal/inilampung)

