-->
Cari Berita

Breaking News

Erupsi Gunung Anak Krakatau Belum Tuntas: Malam Ini Pemprov Lampung Rapat Siaga Bencana

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Senin, 07 September 2026


INILAMPUNGCOM --- Letusan stromboli masih terus menghiasi hingga Senin siang, 7 September 2026. Ledakannya memang relatif kecil.

Tetapi letusan stromboli yang terdiri dari skoria, lapili, dan bom vulkanik ini tidak bisa dianggap remeh. Ketinggian semburan debu vulkaniknya bisa mencapai beberapa ratus meter dengan kedahsyatan yang sporadis.

Situasi yang masih tidak menentu tersebut, Senin malam ini Pemprov Lampung menggelar rapat khusus: Kesiapsiagaan bencana.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (inilampung)

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Minggu malam, 6 September 2026, memang mulai mengecil intensitasnya. Namun, belum tuntas. 

Menurut Agenda Harian Gubernur Lampung yang baru di-up date pukul 16.15 WIB, rapat siaga bencana di Crisis Center  Kantor BPBD Provinsi Lampung, Jln. Gatot Subroto, Bandarlampung, mulai pukul 19.30 WIB itu dipimpin Sekdaprov Marindo Kurniawan.

Setidaknya 20 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Lampung wajib hadir pada rapat siaga bencana itu. Yaitu para Asisten: Muhammad Firsada, Sulpakar, dan Mulyadi Irsan, Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kepala BPKAD Mirza Irawan Dwi Atmaja, Kepala BKD Rendi Reswandi, Kepala BPBD Aswarodi, Kepala Dinsos Rudy Syawal Sugiarto, dan Kepala Diskominfotik Ganjar Jationo.

Selain itu wajib hadir juga Kepala Dishub Bambang Sumbogo, Kepala DLH Riski Sofyan, Kepala Dinas Parekraf Tony Ferdinansyah, Kepala Dinas BMBK M. Taufiqullah, Kepala DKP Bani Ispriyanto, Kepala Disdikbud Thomas Amirico, dan Plt Kadiskes Djohan Luis.

Dipastikan dari rapat kesiapsiagaan bencana ini Pemprov Lampung akan memutuskan langkah-langkah konkret mengantisipasi kemungkinan terburuk dari "batuknya" Gunung Anak Krakatau. 

Menurut prakiraan cuaca BMKG, pada hari Senin dan Selasa besok -7 dan 8 September 2026- cuaca di wilayah yang sebelumnya terdampak abu vulkanik GAK secara umum cerah hingga berawan. Sementara arah angin dominan dari timur ke tenggara dengan kecepatan sekitar 31 - 37 Km/jam. (zal/inilampung)

LIPSUS