-->
Cari Berita

Breaking News

Garap Eliminasi Malaria di Pesawaran, Dinkes dan ILS Luncurkan TOKEN

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Senin, 28 September 2026

Dinkes dan ILS Sosialisasi TOKEN di Pesawaran (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM – Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menggandeng Inisiatif Lampung Sehat (ILS) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dalam pelaksanaan kegiatan Temukan Obat Kendalikan (TOKEN) Program Malaria di wilayah kerja Puskesmas Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Sosialisasi TOKEN dilaksanakan pada Senin–Selasa, 28–29 September 2026, di Balai Budidaya Perikanan dan Kelautan Kecamatan Teluk Pandan. 


Kegiatan ini bertujuan menyampaikan tujuan, sasaran, serta mekanisme pelaksanaan TOKEN sekaligus memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam upaya pengendalian malaria.


Setelah kegiatan sosialisasi, tim akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kepada masyarakat di 17 dusun yang tersebar di 6 desa wilayah kerja Puskesmas Hanura. Sebanyak 22.000 masyarakat menjadi sasaran kunjungan dan pemeriksaan darah untuk mengetahui kemungkinan adanya kasus malaria di masyarakat.


Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Eliminasi Malaria


Alli Nurdin, dari Inisiatif Lampung Sehat, menegaskan bahwa upaya eliminasi malaria membutuhkan kerja bersama dari berbagai unsur.


“Eliminasi malaria tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi lintas sektor adalah langkah penting untuk bisa mewujudkan eliminasi malaria, mulai dari komunitas, Dinas Kesehatan, pemerintah setempat, hingga masyarakat di wilayah tersebut,” ujar Alli.


Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian yang sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang berada langsung di lingkungan tempat terjadinya risiko penularan malaria.


“Masyarakat bukan hanya menjadi sasaran program, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Ketika masyarakat, komunitas, pemerintah dan tenaga kesehatan bergerak bersama, maka upaya menemukan kasus, melakukan pengobatan dan mencegah penularan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi,” tambahnya.


Teo juga menilai kegiatan TOKEN menjadi momentum untuk memperkuat pendekatan berbasis masyarakat dalam pengendalian malaria.


“Melalui TOKEN, kita tidak hanya mencari kasus, tetapi juga membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat. Data yang ditemukan di lapangan sangat penting untuk menentukan langkah pengendalian berikutnya,” jelasnya.


Dalam sambutannya, Camat Teluk Pandan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan TOKEN di wilayah Kecamatan Teluk Pandan. Menurutnya, upaya pengendalian malaria tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.


“Kami menyambut baik kegiatan TOKEN ini. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa dan masyarakat siap mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan. Harapannya, masyarakat dapat menerima dan membantu para petugas yang nantinya melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh kepala desa, aparatur pemerintahan, kader, tokoh masyarakat, serta masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.


“Ini bukan hanya kegiatan Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Semakin cepat malaria ditemukan, semakin cepat pula dapat ditangani dan dikendalikan,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Pelaksana, dr. Yeni, menjelaskan bahwa TOKEN merupakan bagian dari upaya memperkuat penemuan kasus malaria secara aktif di masyarakat.


“Melalui kegiatan TOKEN, kami ingin memastikan bahwa kasus malaria dapat ditemukan sedini mungkin. Karena itu, setelah sosialisasi ini tim akan langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kepada masyarakat yang menjadi sasaran,” jelas dr. Yeni.


Ia menambahkan, cakupan kegiatan yang mencapai 22.000 orang di 17 dusun dan 6 desa membutuhkan dukungan semua pihak.


“Jumlah sasaran cukup besar. Karena itu, keberhasilan kegiatan ini sangat bergantung pada kolaborasi antara petugas kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri,” katanya.


Dinkes Pesawaran Dukung Penguatan Surveilans


Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan TOKEN di wilayah kerja Puskesmas Hanura. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat surveilans dan pengendalian malaria di Kabupaten Pesawaran.


“Kami mendukung penuh kegiatan TOKEN ini. Penemuan kasus secara aktif di masyarakat sangat penting sebagai bagian dari upaya pengendalian malaria. Data yang diperoleh dari lapangan nantinya akan menjadi informasi penting dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, mitra pembangunan kesehatan, pemerintah desa dan masyarakat.


“Kami mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dan Inisiatif Lampung Sehat. Semoga kolaborasi ini dapat memberikan hasil yang nyata dalam pengendalian malaria di wilayah Pesawaran, khususnya di Kecamatan Teluk Pandan,” katanya.


22.000 Warga Menjadi Sasaran Pemeriksaan


Pelaksanaan TOKEN di wilayah kerja Puskesmas Hanura akan menyasar 17 dusun pada 6 desa, dengan jumlah sasaran sekitar 22.000 orang.


Petugas akan melakukan kunjungan lapangan dan pemeriksaan darah kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menemukan kasus malaria. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar dalam melakukan tindak lanjut sesuai mekanisme program malaria.


Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pendekatan surveilans malaria berbasis masyarakat, dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menemukan dan mencegah penyebaran penyakit.


Melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Inisiatif Lampung Sehat, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, komunitas, dan masyarakat, kegiatan TOKEN diharapkan dapat memperkuat deteksi dini, mempercepat penanganan, serta mendukung upaya pengendalian dan eliminasi malaria.


Temukan kasusnya, obati segera, kendalikan penularannya. Bersama masyarakat, wujudkan wilayah yang bebas malaria.(rls/zal/inilampung)

LIPSUS