INILAMPUNGCOM --- Ratusan massa yang menggelar aksi memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2026, Kamis, 24 September 2026, di depan Polda Lampung menyampaikan lima tuntutan atau desakan kepada Kapolda Irjen Pol Helfi Assegaf.
Apa saja desakan Serikat Petani Lampung yang berasal dari Kota Baru, Lampung Selatan, Anak Tuha, Lampung Tengah, dan Lampung Timur itu? Berikut aspirasinya:
1. Usut tuntas mafia tanah di 8 desa di Kabupaten Lampung Timur dengan memproses secara hukum secara transparan dan adil terhadap seluruh pihak yang terlibat, termasuk oknum aparat penegak hukum dan/atau pejabat yang diduga ikut terlibat dalam jaringan mafia tanah.
2. Libatkan dan kawal bersama Komisi III dan Komisi II DPR RI serta instansi terkait, termasuk Kementerian ATR/BPN, agar penanganan kasus tanah di Lampung Timur berjalan terbuka dan warga yang menggarap di atas lahan tersebut segera memperoleh kepastian hukum.
3. Hentikan kriminalisasi terhadap petani Marga Anak Tuha yang berkonflik dengan PT BSA. Dorong penyelesaian secara persuasif dan adil serta bongkar akar permasalahan konflik agraria yang terjadi.
4. Usut dugaan pelanggaran HGU dan IUP PT BSA serta berikan sanksi tegas terhadap perusahaan apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum dan ketentuan perizinan.
5. Hentikan pendekatan keamanan dan pengerahan aparat dalam konflik agraria dan pengamanan proyek di Kota Baru Lampung Selatan.
Diketahui, aksi ratusan massa Serikat Petani Lampung di depan Polda Lampung berjalan tertib dengan pengawalan aparat Kepolisian.
Sementara aksi massa di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung berlangsung panas. Buntut dari beredarnya kabar jika ada peserta aksi di Tugu Adipura, telah diamankan aparat Kepolisian. (zal/inilampung)


