-->
Cari Berita

Breaking News

Jangan Sembarangan Bersihkan Abu Vulkanik: Ada Unsur Silika Pembuat Kaca

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Minggu, 06 September 2026

 

ilustrasi | inilampung.com

INILAMPUNGCOM --- Sampai Minggu pagi, 6 September 2026, Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, masih menyemburkan lava fontain. 


Mengakibatkan debu vulkanik akan terus merayapi seluruh wilayah Provinsi Lampung. Dan keberadaan debu tersebut tidak boleh diremehkan. 


Bahkan, untuk membersihkannya pun jangan sembarangan. Karena debu vulkanik dari semburan lava air mancur GAK mengandung unsur silika, unsur yang sama untuk pembuatan kaca maupun semen.


Terkait dengan akibat semburan lava air mancur GAK tersebut, seorang warga asal Jogjakarta menuliskan tips mitigasi dalam membersihkan debu vulkanik. Berikut arahannya yang didapat dari pengalaman atas seringnya wilayah Jogja terdampak debu vulkanik:


1. Jika akan membersihkan halaman rumah, tunggu hingga hujan abu benar-bemar telah selesai. Bersihkan dengan cara disemprot atau disapu secara perlahan. Kalau hanya disiram dengan air menggunakan ember, sama artinya membuat lapisan semen di halaman rumah.


2. Jika akan membersihkan kacamata, jendela, atau kaca mobil, siram dulu dengan air atau cuci langsung. Jangan hanya di-lap menggunakan kain. Kalau cuma di-lap, silika yang tajam Justru bisa menggores kaca.


3. Jika memakai masker, sebisa mungkin masker KN seperti jaman Covid-19. Bukan hanya masker bedah ijo. Basahi masker dengan air supaya agak lembab. Hal ini dimaksudkan agar debunya terperangkap di luar masker, tidak beterbangan menembus masker. Sebisa mungkin memakai kacamata safety.


4. Jika mata kelilipan, jangan langsung dikucek, tapi bersihkan dengan air mengalir dan keringkan. Kalau dikucek, justru akan mengalami  iritasi atau pedes.


5. Jika untuk mobil atau sepeda motor, cara membersihkannya harus dicuci. Bukan hanya di-lap, agar debunya tidak menggores body. Juga jangan menunda nyuci, karena abu vulkanik sifatnya cenderung asam, bisa menimbulkan karat di logam.


6. Tutup ventilasi rumah dengan kertas, misalnya kertas koran. Minimalisir lubang angin yang memungkinkan abu vulkanik masuk rumah melalui celah-celah tersebut. Masalahnya, jika abu sudah terlanjur masuk rumah, butuh waktu satu minggu untuk  membersihkannya secara total.


7. Jangan sok jagoan bisa bebas bernafas tanpa masker ketika di tengah guyuran abu vulkanik. Material abu yang masuk sistem pernapasan bisa membuat iritasi dan ISPA. Bayangkan saja ada serpihan beling masuk ke tenggorokan. Pakai masker itu wajib, sekalipun rasanya sumpek! (zal/inilampung)

LIPSUS