INIlAMPUNGCOM --- Musda XI Golkar Bandar Lampung menemukan jalan buntu alias deadlock.
5 orang formatur yang ditunjuk berdasar pleno, tidak berhasil membuat kesepakatan. Tiga Ketua Pimpinan Kecamatan, menolak tanda-tangan, karena penetapan nama pengurus tidak transparan.
"Saya hanya diminta tandatangan tanpa diperlihatkan siapa sekretaris, bendahara maupun pengurus lainya. Maka dari itu saya tolak," kata Darma Edi Thabrani.
Musda XI Golkar yang berlangsung meriah saat pembukaan itu hanya berhasil menetapkan ketua, Rycko Menoza. Sementara struktur kepengurusan lain batal terbentuk, dan peserta Musda bubar meninggalkan arena Musda.
Konflik dan ketegangan itu diawali ketika Tim Formatur, diberi waktu menyusunan struktur pengurus, pukul 13.15 WIB.
Pembahasan demi pembahasan menjadi macet, saat menentukan siapa yang mengisi jabatan sekretaris, dan bendahara.
Ketua terpilih, Rycko Menoza, menghendaki nama Mashudi untuk posisi sekretaris, sementara Hanan A. Rozak, selaku anggota formatur yang mewakili pengurus DPD Golkar Provinsi Lampung, mwnyodorkan nama lain, yakni Benny Halomoan Nauly.
Puncaknya adalah, ketika para anggota formatur lai disodori berkas pengurus. Tetapi, tidak diperlihatkan isinya, atau nama-nama struktur.
Empat anggota formatur -- merasa tidak puas dan menuding tim tidak transparan. Mereka disuruh tanda tangan, tapi tidak diperlihatkan isi komposisi kepengurusan.
Berikut nama tim formatur Musda:
Rycko Menoza
Hanan A. Rozak
M. Rifai ( ketua Golkar Kecamatan Kedamaian)
Samsir ( ketua Golkar Kecamatan Rajabasa)
Darma Edi Thabrani ( unsur Karya Kekaryaan).
Rycko Menoza Tetap Sah sebagai Ketua Golkar
Sekretaris DPD Golkar Lampung Aprozi Alam mengatakan Musda Golkar Bandar Lampung tidak batal, tetapi proses penyusunan pengurus di tunda hingga beberapa hari.
"Keputusan Musda Pak Rycko Menoza, sudah sah sebagai Ketua Golkar terpilih. Tinggal melengkapi kepengurusan," kata Aprozi Alam.
Tentang konflik di Musda, dan alot terutama penentuan jabatan sekretaris dan Bendahara, Aprozi Alam menyebut hal itu sebagai dinamika biasa dalam berdemokrasi di Golkar.
"Ah, itu dinamika dalam Musda, nanti yakin akan ada jalan terbaik," kata Aprozi Alam.
Aprozi Alam menolak disebut deadlock, karena pemilihan ketua sudah dinyatakan selesai. Tinggal melengkapi kepengurusan lain saja. (zal/inilampung)

