-->
Cari Berita

Breaking News

Nusron Mundur di Golkar, Said Didu: Saya Yakin Akal-Akalan Saat Muktamar NU

Dibaca : 0
 
INILAMPUNG
Rabu, 23 September 2026

 

Said Didu da Nusron Wahid

INILAMPUNGCOM -- Said Didu mengungkap hal menarik soal Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pemerintahan Nasional, Nusron Wahid.


Aktivis social yang sering bicara ceplas-ceplos itu mengatakan, pengunduran diri Nusron Wahid dari pengurus Partai Golkar adalah sebuah akal-akalan, agar bisa lolos calon ketua PBNU, saat Muktamar Jombang beberapa Waktu lalu.


“Jadi, sepertinya surat itu mau digunakan untuk jadi Ketua PBNU,” kata Said Didu dalam YouTube Channel Abraham Samad Speak -up, Selasa malam.


Hanya saja, kata Said Didu, apa yang diinginkan oleh Nusron itu akhirnya gagal. Karena langkah yang diambil oleh tokoh-tokoh NU dan semuanya pun gagal.


“Karena gagal, pintarnya tokoh-tokoh NU ini bukan enam bulan tapi satu tahu. Maka dua orang ini akhirnya gugur dalam pencalonan,” tutupnya.


Said Didu yang mantan Sekretaris BUMN secara  tegas dan begitu yakin dengan hal ini. Karena dalam pemaparannya hal yang sama juga dilakukan oleh Ketua PWPKB Jawa Tengah 


“Nah, saya yakin itu. Karena kenapa? Karena Ketua PWPKB Jawa Tengah yang mau maju juga mundur seperti Nusron,”jelasnya.


Said mengaku pernah mengenal dekat Nusron Wahid,  dan membongkar beberapa tabiat buruk Nusron dalam dialog dengan Abraham Samad-speak-up. "KPK justru aneh, kalau tidak memanggil Nusron Wahid karena anak buah langsung, dan temen dekatnya sudah tersangka."

 


Circle Nusron Akan Diusut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami soal penggunaan uang kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN dengan total Rp106,3 miliar yang diduga mengalir ke Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.


Plt Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein, mengatakan bahwa infomasi soal aliran uang kasus ini yang diduga digunakan untuk acara Mukhtamar Nahdatul Ulama (NU) maupun yang diduga digunakan oleh Nusron secara pribadi, akan menjadi bahan bagi penyidik untuk mendalami kasus ini.


"Tadi informasi-informasi penggunaan untuk kegiatan kegiatan organisasi atau bahkan untuk kegiatan-kegiatan pribadi saudara NW itu tentu menjadi bahan yang akan diperdalam oleh tim penyidik nanti ke depan kita akan update apabila memang sudah akan sampaikan ke publik," kata Taufik saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026). (zal/inilampung)






LIPSUS