-->
Cari Berita

Breaking News

Perolehan Pajak Kendaraan Bermotor Baru 32%, Rakor Samsat di Ballroom Novotel

Dibaca : 0
 
Editor: Rizal
Selasa, 22 September 2026

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung, Saipul (ist/inilampung)


INILAMPUNGCOM - Beda kata dengan kenyataan kembali terjadi di lingkungan Pemprov Lampung. Dikatakan, tahun 2026 ini efisiensi anggaran masih menjadi tolok ukur kegiatan pemerintahan. Faktanya tidak demikian.


Selasa pagi ini, 22 September 2026, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi Samsat Provinsi Lampung Tahun 2026 di Ballroom Hotel Novotel. Semua rakyat Lampung tahu, tarif memakai aula hotel bintang 5 itu tidaklah murah. 


Dipastikan, ratusan juta rupiah uang rakyat di APBD Provinsi Lampung mengucur ke pundi-pundi hotel mewah tersebut. 


Rakor Samsat Provinsi Lampung Tahun 2026 bertajuk "Sinergi Kolaborasi untuk Transformasi Layanan Kesamsatan yang Berkelanjutan dan Peningkatan Kepatuhan" yang dibuka Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di Ballroom Hotel Novotel ini digelar di saat kondisi pendapatan asli daerah (PAD) yang menjadi tanggung jawab Bapenda masih jauh panggang dari api.


Sampai pertengahan September 2026, perolehan pajak kendaraan bermotor (PKB) -salah satu tugas utama Samsat- baru mencapai 32% dari target. Secara total, capaian PAD Provinsi Lampung pun masih berada di kisaran 59%.



Memang, sejumlah sumber pendapatan telah melampaui target, namun beberapa sektor utama masih membutuhkan optimalisasi, terutama pajak kendaraan bermotor (PKB).


Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung, Saipul, beberapa waktu lalu mengatakan, capaian tersebut masih akan bergerak mengingat triwulan III belum berakhir.


"Memang ada target PAD kita yang sudah melampaui target, ada yang memang belum. Yang belum itu misalnya PKB, pajak kendaraan bermotor ini masih terus kita kelola," kata Saipul sebagaimana dikutip dari lampungrilis.id.


Berdasarkan capaian hingga pertengahan September, realisasi PKB baru sekitar 32%. Sementara pajak rokok yang pembayarannya dilakukan secara triwulanan, baru mencapai sekitar 52% setelah dua triwulan.


Di sisi lain, sejumlah jenis pajak telah menunjukkan capaian lebih tinggi. Bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) telah mencapai sekitar 92%, sedangkan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) mencapai 94%.


Pajak air permukaan (PAP) telah mencapai 110%, pajak alat berat sekitar 121%, dan pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) mencapai sekitar 139%.


Untuk retribusi daerah secara keseluruhan, Saipul menyebut realisasinya telah mencapai sekitar 76,69%.


Sedangkan secara keseluruhan PAD, realisasinya hingga pertengahan September masih berada di kisaran 59% dari target.


Sebagaimana diketahui, dalam APBD tahun 2026 Pemprov Lampung menargetkan PAD sebesar Rp4.025.032.820.130. Melalui Perubahan APBD target tersebut dikurangi Rp17.398.406.400. Sehingga PAD yang harus dicapai senilai Rp4.007.634 413 730.


Perinciannya: pajak daerah ditargetkan Rp3.231.083.331.000 pada APBD Murni, dilakukan pengurangan Rp34.000.000.000 di APBD Perubahan. Target pajak daerah menjadi Rp3.197.083.331.000.


Sementara retribusi daerah ditargetkan dalam APBD Murni Rp481.946.670.000 ditambah Rp16.601.593.600 melalui APBD Perubahan. Dengan demikian, target retribusi daerah menjadi Rp498.548.263.600.


Singgung Kepatuhan Masyarakat


Kepala Bapenda, Saipul, menyebut rendahnya capaian PKB saat ini salah satunya dipengaruhi tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.


Menurutnya, salah satu faktor yang diduga membuat masyarakat menunda pembayaran adalah kebijakan pemutihan pajak yang pernah diberlakukan.


Dikatakan, pola pengawasan pembayaran pajak kendaraan juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya masyarakat cenderung mengantisipasi razia di jalan, saat ini penindakan pelanggaran lalu lintas lebih banyak dilakukan melalui sistem tilang elektronik dengan dukungan kepolisian.


Meski begitu, Saipul tetap optimis. Ditegaskan, Bapenda Lampung masih memiliki waktu untuk menggenjot penerimaan hingga akhir tahun. Terlebih, mekanisme pembayaran sejumlah jenis pendapatan berbeda, ada yang dilakukan harian, bulanan maupun triwulanan.


"Kalau kita lihat di tengah bulan seperti ini, memang belum klop angkanya. Kalau triwulan mestinya di angka 75%. Sekarang memang baru sekitar 59%, tapi InsyaAllah di akhir September nanti kita lihat, mungkin bisa di atas 70%. Target kita triwulan ketiga bisa tercapai," jelasnya.


Selain PAD, Saipul juga menyampaikan perkembangan pendapatan daerah yang bersumber dari transfer pemerintah pusat.


Hingga 16 September 2026, realisasi pendapatan transfer disebut telah mencapai sekitar 78,91%.


Sedangkan secara keseluruhan, pendapatan pemerintah daerah Lampung telah mencapai sekitar 66,30% dari target. (zal/inilampung)

LIPSUS