INILAMPUNGCOM--PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional VII meluncurkan Inspire, platform Employee Self-Service (ESS) berbasis Super Apps untuk mengintegrasikan berbagai layanan digital karyawan dalam satu platform.
Peluncuran dan sosialisasi Inspire berlangsung di lingkungan PTPN IV Regional VII, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka Region Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan, didampingi Business Support Head Dhanny Hermawan.
Inspire dikembangkan untuk mempercepat akses data dan layanan sumber daya manusia (SDM), sekaligus mendukung pengelolaan data secara terintegrasi dan real-time.
Aplikasi tersebut dikembangkan secara in-house oleh tim teknologi informasi PTPN IV Regional VII di bawah arahan Kasubdiv Tata Kelola dan Pengembangan TI, Maulana Bobby Rakhman Siregar.
Sebelumnya, pengelolaan data dan layanan SDM masih menggunakan sejumlah sistem yang terpisah. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan mengembangkan platform yang dapat memberikan akses lebih cepat dan fleksibel, khususnya dalam pengelolaan data presensi dan produktivitas SDM.
Melalui konsep Single Platform dan Single Sign-On (SSO), Inspire mengintegrasikan sejumlah aplikasi yang sebelumnya digunakan secara terpisah, di antaranya IMS, SAPA, dan Guyub.
Selain integrasi aplikasi, Inspire menyediakan sejumlah layanan mandiri bagi karyawan. Fitur tersebut meliputi presensi berbasis lokasi, pembaruan data pribadi, ID Card digital, akses slip gaji, kalender kerja terintegrasi, hingga dashboard SDM.
Dashboard tersebut memungkinkan pimpinan unit memantau status kehadiran dan kinerja staf secara real-time.
Denny Ramadhan mengatakan penerapan Inspire bukan sekadar pengembangan sistem presensi, tetapi bagian dari upaya mendorong disiplin dan profesionalisme karyawan melalui pemanfaatan teknologi.
“Inspire bukan sekadar aplikasi untuk melakukan presensi. Ini merupakan bagian dari transformasi cara kita bekerja. Disiplin dalam menggunakan sistem digital mencerminkan disiplin, profesionalisme, dan komitmen kita terhadap tata kelola perusahaan yang transparan,” kata Denny.
Menurut dia, penerapan teknologi harus diikuti perubahan perilaku dan kedisiplinan seluruh karyawan. Sistem digital, kata dia, akan memberikan manfaat apabila digunakan secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari.
“Saya berharap seluruh karyawan dapat memanfaatkan Inspire dengan baik. Gunakan aplikasinya, sampaikan apabila terdapat kendala, dan berikan masukan untuk penyempurnaan,” ujarnya.
Denny menegaskan implementasi Inspire bersifat mandatori bagi organisasi. Aplikasi tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai perangkat presensi, tetapi juga menjadi bagian dari penerapan disiplin, profesionalisme, dan tata kelola perusahaan.
Pada tahap awal penerapan, seluruh karyawan didorong aktif memberikan umpan balik dan melaporkan kendala teknis yang ditemukan selama penggunaan aplikasi.
Masukan dari pengguna akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan sistem agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan dinamika operasional perusahaan.
PTPN IV Regional VII berharap penerapan Inspire dapat membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi dan adaptif sekaligus mendukung efektivitas operasional perusahaan di lingkungan PalmCo.(mfn/rls)

