![]() |
| PTPN IV Regional VII menggelar Refreshment dan Sosialisasi Implementasi ERIN 2.0. Foto: Ist. |
Kegiatan tersebut dibuka Regional Head PTPN IV Regional VII Denny Ramadhan, didampingi Business Support Head Dhanny Hermawan, serta menghadirkan Kasubdiv Risiko Operasional PTPN IV Guruh Hermawan Putra.
Sosialisasi tersebut menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko dalam setiap proses bisnis, perencanaan operasional, dan pengambilan keputusan. Pengelolaan risiko tidak hanya ditempatkan sebagai pemenuhan administrasi dan regulasi, tetapi menjadi bagian dari kegiatan unit kerja.
Dalam arahannya, Denny Ramadhan mengatakan setiap unit kerja tidak perlu ragu menetapkan tingkat risiko awal atau inherent risk berdasarkan kondisi riil di lapangan, termasuk jika berada pada kategori high risk.
"Risiko ini sebenarnya jangan ditakuti. Kalau high itu bukan berarti kita akhirnya sulit kerja, tinggal bagaimana mitigasinya untuk menurunkan levelnya," ujar Denny.
Menurutnya, penetapan tingkat risiko harus menggambarkan kondisi sebenarnya. Selanjutnya, tingkat risiko dapat diturunkan melalui langkah mitigasi yang dilakukan secara berkala dan terukur.
Manajemen juga menekankan pemantauan mitigasi secara bulanan serta pengawasan oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI) sebagai lini ketiga dalam pengelolaan risiko.
Sementara itu, ERIN versi 2.0 membawa sejumlah pembaruan pada sistem. Salah satunya perubahan kepanjangan ERIN dari sebelumnya Enterprise Risk Information Nusantara menjadi Enterprise Risk Intelligence Nusantara.
Pembaruan tersebut turut disosialisasikan kepada peserta melalui pemaparan modul dan latihan penggunaan aplikasi. Materi kegiatan antara lain mencakup penyegaran perhitungan dampak risiko, pengenalan modul baru, serta latihan penginputan secara langsung.
Pengelolaan risiko juga menjadi perhatian pada sejumlah kegiatan yang memiliki potensi risiko tinggi, seperti proses pengadaan, penanganan denda vendor, dan komitmen finansial dengan nilai besar.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ERIN 2.0 dilaksanakan selama dua hari dalam setiap batch. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapat pemahaman mengenai penggunaan aplikasi sekaligus penerapan manajemen risiko dalam pelaksanaan pekerjaan di unit masing-masing.(mfn/rls)

