INILAMPUNGCOM --- Dua anggota DPR RI kini menjadi perbincangan publik gara-gara kosa kata nyeleneh.
Yang pertama Zulkifli Anwar. Dia mengingatkan soal ancaman dukun santet kepada tim Ombudsman.
Ucapan "nyeleneh" anggota Fraksi Demokrat DPR RI asal Lampung itu kemudian mendadak viral.
Ayah mantan Bupati Pesawaran Dendi Romadhona itu --- mengingatkan agar para anggota Ombudsman berhati hati karena tidak menutup kemungkinan akan ada "dukun santet" bermain pasca penggerebekan di Lapas II, Cibinong.
Potensi ancaman teror hingga "santet" akan dilakukan orang lain setelah Tim Ombudsmen Fikri Yasin dan Syafira Rachmawati Rasahan membongkar temuan kamar mewah "kelas sultan" dan fasilitas ilegal di Lapas Kelas IIA Cibinong.
"Jadi secara pribadi, tidak banyak yang ingin saya sampaikan, jaga diri kalian masing-masing. Jangan kalian kena santet. Saya hanya mengingatkan. Kalau tidak percaya, kita buktikan," kata mantan bupati Lampung Selatan itu di forum rapat dengar pendapat Komisi II DPR dengan Ombudsman, Selasa (29/9/2026) lalu.
Sebagai politisi senior, Zulkifli Anwar meminta mereka menjaga diri masing-masing. Sebab, kata Anwar, sejumlah pihak sudah barang tentu ada yang tidak terima dengan apa yang dilakukan Ombudsman.
“Sebagai mitra, katakanlah sebagai senior, hanya satu saja pesan saya, jaga diri kalian masing-masing,” kata Zulkifli.
SOSOK ZULKIFLI ANWAR
Zulkifli Anwar merupakan politikus yang memiliki pengalaman cukup panjang di pemerintahan, legislatif, organisasi, maupun dunia usaha.
Berikut rekam jejak, pria yang suka humor dengan logat "Palembang" itu, dirangkum dari berbagai sumber.
Nama: Zulkifli Anwar, lahir di Tanjungkarang, 19 Juni 1955
Dua periode Bupati Kabupaten Lampung Selatan 2000-2005 dan 2005-2010.
Istri. : Dra. Djuniar Adhar
Anak. : 1. Melinda Zuraida
2. Dendy Ramadhona
Sekolah :
- SD (1968)
- SMP (1971)
- SMA (1974)
- Fakultas Hukum Unila (tingkat II/1977).
Karir Politik dan Organisasi
Anggota DPR RI Dua Periode / sekarang
Ketua Partai Demokrat Lampung
Wakil Direktur CV. Surya Jaya (1977-1989)
Direktur Utama PT. Sasana Jaya Utama (1989-2000)
Komisaris Utama PT. Laba Jaya Sentosa.
Komisaris PT. Ryaniaga Dirgawira.
Bupati Kabupaten Lampung Selatan 2005-2010.
Ketua Kadinda Lampung (1996-2001).
Ketua Umum BPD Gapensi Lampung (1998-2002).
Ketua BPC Gapensi Kodya Bandar Lampung (1991-1994).
Ketua Kompertemen Bidang Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan BPD HIPMI (1986-1989).
Wakil Ketua BPD HIPMI (1992-1995).
Anggota Dewan Pembina BPD HIPMI (1995-2000)
Sekretaris Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Soksi Lampung.
Wakil Bendahara Pertina Lampung (1995-1999)
Ketua Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra DHD Angkatan '45
Wakil Ketua DPW Presidium DPW Pemuda Pancasila Lampung
Anggota PDK Kosgoro Lampung.
Ketua Dewan Penasehat Generasi Muda FKPPI Lampung
Wakil Ketua Presidium DPW Pemuda Pancasila Lampung
Dewan Paripurna PPM Lampung.
Dewan Penasehat DPD AMPI Lampung (1994-1998)
Ketua Biro Koperasi dan Wiraswasta DPD Golkar Lampung (1993-1998)
Wakil Ketua Lembaga Pembinaan Pengusaha Kecil Menengah dan Koperasi (LP2KMK) Golkar Lampung (1995-2000)
Wakil Ketua DPD Golkar Lampung dan Korwil Lamsel (1998-2003).
Ketua AMPG Provinsi Lampung (2004).
BACOT KAMU
Setelah istilah "santet" adalagi kosa kata "bacot" yang belakangan ramai di perbincangan media.
Adalah Ketua Komisi II DPR, Willy Aditya --- keceplosan berucap kalimat kasar.
Dalam video tersebut, Willy Aditya terlihat menegur seorang staf dengan ucapan "bacot kamu" hingga suasana rapat yang sebelumnya berlangsung serius mendadak riuh.
"Ngak usah. Duduk saja, bacot kamu" ucap Willy Aditya saat memimpin RDP Komisi VXIII, Selasa lalu.
Ucapan kasar itu disampaikan Willy saat salah seorang stafnya mendatangi, dan berbisik saat berlangsung rapat tersebut.
SOSOK WILLY
Willy Aditya merupakan politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang saat ini duduk sebagai ketua Komisi XVIII DPR RI.
"Ngak usah duduk saja, bacot kamu" ucap Willy Aditya.
Willy Aditya merupakan politisi Partai NasDem yang lahir di Solok, Sumatera Barat, pada 12 April 1978. Ia putra dari dari pasangan Syamsudin Lubis dan Asna Hasan. Willy menikah dengan Yemmi Livenda dan memiliki tiga anak.
Willy Aditya alumnus UGM. Bergabung d i Nasdem, sejak awal partai itu masih bernama Gerakan Nasional Demokrat dan berevolusi menjadi Partai NasDem.
Saat ini, Willy tercatat sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI untuk periode 2024-2029.
Pria asal Sumatera Barat itu mendirikan sekolah demokrasi (2007). Tahun, 2009 nama Willy tergabung dalam organisasi Merti Nusantara yang kemudian mendukung pencalonan Sri Sulan Hamengkubuwono X sebagai calon Presiden. Meski idenya kandas, di titik itulah nama Willy akhirnya mulai dikenal. Namanya terus berkibar saat awal pendirian Ormas Nasdem yang didirikan Surya Paloh.
Didunia tulis menulis, Willy menulis beberapa buku: "Indonesia di Jalan Restorasi”, “Mari Bung Rebut Kembali”, dan “Moralitas Republikan”. Dia pernah jadi Direktur Populis Institute.
Soal pundi harta kekayaan, Willy Aditya -- sebagaimana laporan LHKP Maret 2026 -- tercatat Rp10.505.520.000.
Aset tersebut berupa tanah seluas 740 meter persegi di Kota Jakarta Timur. (kgm/inilampung)

