INILAMPUNGCOM - Sejak pekan lalu, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Lampung telah mulai beroperasi. Jumlahnya mencapai 100-an gerai.
Salah satu yang telah beroperasi adalah Koperasi Merah Putih Way Halim, berlokasi di sudut Komplek PKOR Way Halim, Bandar Lampung.
Dalam pantauan hari Sabtu, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, suasananya lengang. Hanya ada tiga pegawai. Barang yang dipajang pun masih relatif sedikit. Banyak rak yang masih kosong.
"Lagi nunggu kiriman barang buat menuhi rak yang ada," kata seorang staf pria.
Ia mengaku, memang belum banyak barang yang dijajakan di Koperasi Merah Putih Way Halim, karena masih dalam proses pengiriman.
Hal berbeda disampaikan staf wanita yang bertugas sebagai kasir. Ia mengaku telah banyak barang kebutuhan masyarakat -utamanya beras- yang telah habis dibeli warga.
"Stok barang sebenernya kemarin setelah mulai operasi, cukup banyak. Tapi sudah habis dibeli warga Way Halim sini, terutama beras," kata dia.
Terlepas dari itu, harga barang yang dijajakan di KDKMP cukup bersaing dengan Indomaret atau Alfamart. Utamanya jenis minuman ringan, seperti Nipis Madu. Harganya sama, yaitu Rp5000 per pcs.
Pun beberapa bumbu masakan. Sama dengan yang dijual di Indomaret dan Alfamart.
Seorang warga Way Halim yang mengaku pernah berbelanja di KDKMP setempat menjelaskan bahwa bersaingnya harga di Koperasi Merah Putih dengan Indomaret atau Alfamart boleh jadi karena barangnya dikirim dari distributor yang sama.
"Lihat saja merek minuman atau barang lainnya, kan sama dengan di Indomaret dan Alfamart. Berarti memang satu pabrik atau distributor. Kalau Koperasi Merah Putih jual dengan harga yang sama, pasti sulit bersaing," kata Anton, warga Way Halim itu.
Ia menyarankan, manager KDKMP di masing-masing wilayah untuk melakukan survei harga dengan Indomaret atau Alfamart yang ada di sekitarnya, serta pola pelayanannya.
"Harus ada nilai lebihnya Koperasi Merah Putih ini, kalau sama saja, pasti orang pilih ke Indomaret atau Alfamart," lanjutnya. (zal/inilampung)

