INILAMPUNGCOM - Ratusan massa beratribut almamater dan pakaian hitam yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan, Selasa pagi, 27 Oktober 2026, menggelar aksi demo di depan Gedung DPRD dan Pemprov Lampung.
Massa yang berangkat dari Museum Lampung di Jln. ZA Pagar Alam, Gedong Meneng, Rajabasa, ini mengusung delapan tuntutan, yaitu:
1. Tetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.
2. Usut tuntas mafia pembakaran hutan dan lahan yang dilakukan dengan secara sengaja.
3. Jamin perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak karhutla.
4. Jamin keterbukaan data dan distribusi BBM Bersubsidi yang tepat sasaran hingga ke SPBU.
5. Turunkan harga bahan pokok.
6. Perbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan pulihkan kepercayaan pasar untuk berinvestasi.
7. Hentikan militerisme di ranah sipil.
8. Wujudkan pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis.
Sementara, pintu masuk kawasan kantor Pemprov Lampung sejak pagi telah dipasang kawat barikade. Untuk menghalangi massa memasuki komplek perkantoran.
Hingga berita ini ditayangkan belum didapat informasi siapa pejabat pemprov dan anggota DPRD Lampung yang akan menemui massa dari Aliansi Lampung Melawan. (zal/inilampung)

